--> Skip to main content
Jual Database Supplier, Hanya Rp 35.000



Investasi Asing di Perusahaan Teknologi Indonesia Semakin Besar

investasi perusahaan teknologi lokal
ilustrasi dari pixabay.com

Sobat-sobat netizen, kali ini kita kembali berbicara tentang ranah startup.

Startup bisa juga diartikan dengan perusahaan teknologi. Jadi istilah yang dipakai di artikel ini adalah perusahaan teknologi.

Sesuai dengan judul artikel, kali ini yang saya bahas adalah tentang investasi asing yang semakin besar di perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia. Kenapa bisa demikian?

Sebelumnya saya tercengang melihat besarnya suntikan modal untuk startup ecommerce asal Indonesia yaitu Tokopedia. Besarnya modal yang diinvestasikan pemodal asing itu adalah sebesar 1,2 trilyun rupiah. Jumlah yang tentunya sangat mencengangkan!

Semakin lama semakin banyak perusahaan teknologi Indonesia yang kemudian mendapatkan investasi dari venture luar negeri. Sebut saja Traveloka, bukalapak, Tiket.com, OLX (akuisisi) dan lain sebagainya. Kenapa bisa demikan?

Perlu sobat-sobat ketahui, mungkin sebagian opini orang-orang awam mengatakan, "betapa bodohnya orang-orang membangun website ini itu. Ngapain membuat website, gak jadi hasil. Gak jadi uang! Mending bikin sesuatu yang jadi uang dan bla bla bla.."

Begitulah mindset kebanyakan orang Indonesia yang pikirannya masih terbawa suasana bisnis di dunia nyata tanpa melihat potensi besar yang ada di dunia internet. Selain itu fakta bahwa pemikiran orang Indonesia yang menganggap bahwa 'sesuatu yang cepat jadi uang' lah yang seharusnya dilakukan. Benar-benar pola pikir jangka pendek yang bikin saya elus-elus dada.

Namun begitulah yang namanya opini. Ada saja yang meragukan potensi dari perusahaan internet. Padahal, faktanya banyak perusahaan asing yang berani merogoh kocek miliaran bahkan trilyunan rupiah -- demi mendanai perusahaan yang bergerak di dunia internet. Mereka berani melakukan itu pasti ada alasannya. Buat apa mereka 'membuang uang' trilyunan rupiah, kalau tidak ada hasil yang di dapat. Pastinya, potensi besar dari perusahaan internet lah yang membuat investor rela merogoh kocek demi mendanai perusahaan tersebut.

Jadi, siapa yang benar? Opini bermindset jangka pendek, atau investor yang kaya raya? Silahkan pikirkan sendiri-sendiri.

Balik lagi ke tajuk artikel, tentang semakin banyaknya investasi asing di perusahaan teknologi di Indonesia. Mengapa bisa demikian?

Jawabannya adalah, karena potensi besar yang dimiliki para pendiri startup di Indonesia. Seiring waktu berjalan, startup founder di Indonesia semakin kreatif dan inovatif. Banyak sekali perusahaan teknologi inovatif yang berdiri, baik itu buah pikiran sendiri -- maupun adaptasi dari perusahaan teknologi dari luar negeri (yang sudah dimodifikasi tentunya). Dan investor asing melihat ini semua sehingga mereka tak ragu menggelontorkan dana yang jumlahnya tidak sedikit.

Alasan lain yang mendasari semakin banyaknya investor asing yang mendanai perusahaan teknologi lokal adalah -- karena besarnya pasar. Kita tahu sendiri, Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk 250 juta dan pengguna internet hampir 90 juta orang. Jumlah pengguna di atas masih bisa bertambah seiring waktu berjalan. Melihat besarnya pasar yang ada di Indonesia, tentunya menjadi hal yang sangat 'menggiurkan' bagi para investor. Namun, mereka berfikirnya untuk jangka panjang dan bukan untuk jangka pendek. Mindset mereka tak seperti mindset kebanyakan orang Indonesia yang mengatakan "ngapain cape2 melakukan hal yang gak jadi duit." 

Ayo, bagi yang bermindset seperti itu, segera rubah! Jangan melihat sesuatu berdasarkan uang, lihatlah sesuatu berdasarkan potensi jangka panjang. Karena sesuatu yang jangka pendek cenderung bisa habis 'masanya'.

Sekian dulu tulisan singkat saya tentang semakin banyaknya investor asing yang menanam modal di perusahaan teknologi Indonesia. Semoga tulisan ini bisa memberikan inspirasi bagi sobat semuanya.

Salam sukses!
Baca Juga
> Opini Kami Mengenai Sisi Gelap Bisnis Online di Era Sekarang