Skip to main content
Jual VCC Untuk Verifikasi PayPal (2 dan 5 thn)

[Opini] Perbedaan Blogger Dan Novelis

blogger vs novelis
pixabay

Blogger dan novelis merupakan 2 profesi yang intinya adalah sama, yaitu menulis dan menulis. Akan tetapi, karya novel cenderung lebih di agungkan ketimbang blog. Lantaran proses pembuatan karya novel sampai dengan terbit memakan waktu yang lebih lama. Kemudian, dengan adanya koreksi, editing, tata layout dan lain sebagainya yang membuat kualitas novel tentunya jauh lebih bagus daripada blog. Selain itu, blog juga terkadang berbau plagiarisme. Ada saja blogger-blogger tertentu yang membangun konten dengan cara yang hina, yaitu copy paste. Untungnya blog saya ini sudah diproteksi oleh DMCA. Jadi kalau ada blogger yang copas artikel di blog ini, siap-siap blognya lenyap dari peredaran, hehehe :D.

Balik lagi ke topik utama yaitu perbedaan blogger dan novelis. Selain 'kualitas' yang membedakan, juga nama dari penulis novel lebih cepat tenar ketimbang nama seorang blogger. Biasanya nama seorang penulis akan lebih dikenal masyarakat. Sementara nama blogger tersembunyi di balik layar.

Novel ini juga memiliki 'jenjang karir' yang bagus. Kalau penjualannya bagus, maka novel akan bisa dibuat dalam versi film. Sangat keren bukan!

Kemudian blog, selain isinya yang terkadang copas, blog juga tidak memiliki tim editor dan tata layout. Jadi desain, tulisan dan editan blog biasanya dilakukan oleh orang yang sama. Alhasil, kualitasnya pun tak bisa menandingi karya novel.
Bicara masalah konten dan nama dari penulis, blog memang kalah telak dari novel. Tapi kalau bicara masalah penghasilan, belum tentu novel yang menang. Karena banyak juga novel yang tidak laku di pasaran. Apalagi biaya produksinya yang besar, jadinya sulit untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat.

Untuk penulis sendiri akan mendapatkan royalti dari novel yang terjual. Besaran royaltinya antara 5-10%, tergantung kebijakan masing-masing penerbit.

Sedangkan blog, ada yang penghasilannya sedikit -- ada juga yang besar. Bahkan tak sedikit pula blogger yang memiliki penghasilan lebih besar daripada novelis. Biasanya blogger-blogger seperti ini fokus di blog berbahasa Inggris. Cara monetisasinya biasanya melalui Adsense ataupun Affiliasi Amazon. 

Jadi kalau dari segi penghasilan, bisa dikatakan seimbang antara blog dan novel. Tergantung bagaimana reaksi pasar atas tulisan kita.

Jadi mana yang lebih baik? Jadi blogger atau novelis?

Kalau saya pribadi lebih memilih menjadi blogger. Alasannya karena kalau blogger bisa kapan saja menerbitkan tulisannya. Sedangkan novel, harus menunggu penerbit yang akan menerbitkan. 

Biasanya prosed penerbitan akan memakan waktu yang sangat lama. Perlu sobat-sobat ketahui, novel detektif saya yang menang lomba di sebuah penerbit besar di Jakarta berinisial 'B'. Janjinya akan terbit dengan segera. Namun sudah setengah tahun menunggu -- novel saya itu belum terbit-terbit juga. Alhasil saya pun memutuskan untuk menjadi blogger saja. Karena dengan menjadi blogger, tulisan saya bisa terbit kapan saja dan di mana saja -- tanpa harus bergantung dengan pihak lain (penerbit). Ada yang setuju dengan pilihan saya?

Sekian dulu opini singkat saya mengenai perbedaan blogger dengan novelis. Semoga bermanfaat bagi sobat semuanya.
Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR