--> Skip to main content
Jual Database Supplier, Hanya Rp 35.000



Dampak Krisis Tiongkok Terhadap Perekonomian Indonesia

Krisis ekonomi global tengah menghantam beberapa negara di dunia. Salah satu yang paling anyar dan terbesar adalah krisis ekonomi yang kini menghantam negeri Tiongkok.

Sebagai sesama negara di Asia, akankah krisis ekonomi Tiongkok berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia?

dampak krisis di cina
Bendera Tiongkok

Sebelum melanda Tiongkok, krisis ekonomi juga sempat mendera Yunani. Alhasil, negara di Eropa Selatan itu dinyatakan bangkrut lantaran tak sanggup membayar hutang-hutangnya yang total berjumlah Rp 1.400 Trilyun. Beruntung, bantuan datang dari Uni Eropa dan beberapa lembaga keuangan dunia yang setidaknya mampu membuat Yunani bernafas lega.

Tidak lama setelah Yunani, kini giliran Tiongkok yang dihantam badai krisis. Bahkan krisis yang melanda negara dengan perekonomian terbesar di Asia itu 3 kali lipat lebih berat ketimbang yang melanda Yunani. Kalau Yunani tak sanggup membayar hutang senilai Rp 1.400 Trilyun, maka di Tiongkok justru 'kehilangan' dana sebesar Rp 5.000 Trilyun akibat koreksi nilai saham. Bahkan ada orang kaya di Tiongkok yang 'kehilangan' uang senilai Rp 8 Trilyun hanya dalam seminggu. Benar-benar dahsyat krisis yang melanda Tiongkok itu.

Akankah krisis ekonomi di Tiongkok mempengaruhi perekonomian Indonesia?

Jawabannya, tentu saja YA.

Sebagai partner bisnis utama, krisis ekonomi di Tiongkok tentunya sangat berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Hal yang nyata bisa dilihat adalah penurunan nilai Rupiah sebagai 'efek' dari kebijakan pemerintah Tiongkok yang mengintervensi Yuan dengan tujuan untuk meningkatkan ekspor.

Selain penurunan nilai tukar Rupiah, efek  krisis ekonomi di Tiongkok juga berpengaruh terhadap nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok. Tiongkok sebagai salah satu tujuan utama ekspor Indonesia tentunya akan berhemat dengan mengurangi impor. Alhasil, Indonesia kehilangan salah satu 'omset' ekspor terbesarnya.

Efek selanjutnya yang kemungkinan menghantam Indonesia merupakan efek susulan dari menurunnya nilai Rupiah. Dengan menurunnya nilai Rupiah, maka harga-harga barang akan naik, terutama barang impor. Alhasil, daya beli masyarakat akan menurun dan omset perusahaan distributor barang impor juga menurun. Apabila hal ini terus-menerus dibiarkan maka akan berakibat fatal, yaitu PHK besar-besaran. Belum lagi industri kecil dan UKM yang sulit berkembang lantaran harga bahan baku yang naik. Apabila mereka mau bertahan, maka mereka harus berani menaikkan harga jual. Sementara daya beli masyarakat terus menurun.

Adapun efek positif dari melemahnya Rupiah, para pengamat memperkirakan kalau nilai ekspor Indonesia akan meningkat. Namun hal itu belum bisa dipastikan, lantaran negara lain tengah berhemat dengan mengurangi impor.

Bagaimana cara 'menopang' perekonomian Indonesia yang tengah lesu?

Jawabannya adalah dengan berinvestasi. Saat ini Indonesia memerlukan banyak permodalan guna menopang perekonomian yang tengah lesu. Pemerintah berupaya mencari investor sebanyak-banyaknya, baik lokal maupun asing.

Saran saya, bagi sobat yang memiliki kekayaan berlebih agar:
BERINVESTASI DEMI KEMAJUAN INDONESIA!

Salam Investasi!

Baca Juga
> Opini Kami Mengenai Sisi Gelap Bisnis Online di Era Sekarang