Skip to main content

Investasi Emas vs Investasi Properti vs Investasi Saham

Salam Investasi! Investasi itu sangat penting untuk kehidupan. Ketika inflasi semakin merajalela, harga barang naik, PHK di mana-mana dan kejadian tak terduga lainnya -- sekiranya bisa dijadikan alasan yang tepat untuk berinvestasi. Karena menabung saja masih belum bisa mengantisipasi dahsyatnya inflasi mata uang negara kita ini.

Sekiranya jaman semakin maju, dan pepatah 'menabung pangkal kaya' agaknya sudah ketinggalan jaman. Saat ini pepatah yang tepat adalah 'berinvestasi pangkal kaya'. Karena memang terbukti, orang-orang kaya di dunia adalah orang-orang yang pernah bersentuhan dengan yang namanya investasi.

Berbicara tentang investasi, mungkin pikiran kita hanya tertuju pada 1 instrumen yaitu properti (bangunan dan tanah). Padahal banyak sekali jenis-jenis investasi yang harus kita ketahui. Sebut saja investasi emas, investasi saham, bahkan membangun bisnis/usaha juga termasuk ke dalam investasi. Karena tujuan orang membangun bisnis adalah agar bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar ketimbang menjadi karyawan. Syukur-syukur kalau bisa mendapatkan kebebasan finansial yang memang menjadi impian banyak orang.

Berdasarkan tajuk artikel kali ini, maka yang akan dibahas adalah 3 jenis investasi saja. Mereka adalah investasi emas, investasi properti dan investasi saham.

keunggulan investasi saham ketimbang emas dan properti
emas

Pertanyaannya sekarang, bagaimana perbandingan antara investasi emas vs investasi properti vs investasi saham? Berikut ini akan dijelaskan 'head to head' antara ketiga jenis investasi tersebut.

1. Investasi emas
Investasi emas merupakan investasi yang paling banyak dipraktekkan. Selain karena nilainya yang bisa dijangkau, investasi yang satu ini juga memberikan nilai lebih kepada pemiliknya -- karena emas bisa dipakai (untuk wanita). Jadi selain untuk investasi, emas juga bisa memberikan nilai prestise, khususnya untuk wanita.
Segala sesuatu pasti ada resikonya, begitupun dengan investasi emas. Dari segi harga, akhir-akhir ini harga emas cenderung bisa naik-turun. Bahkan kalau nilainya naik, pasti tidak terlalu tinggi marginnya. Resiko lain yang membayangi para investor emas adalah, kejahatan seperti perampokan ataupun pencurian. Alhasil, sebaiknya menyimpan emas di tempat yang benar-benar aman.

2. Investasi properti
Berbeda dengan emas yang nilainya naik-turun, investasi properti nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu. Semakin lama kita tidak menjual properti kita, maka nilainya akan semakin tinggi.
Seperti halnya emas, properti juga memiliki resiko dan kekurangan, diantaranya:
- memerlukan modal yang sangat besar untuk investasi properti
- resiko double kepemilikan (untuk tanah)
- resiko kebakaran (untuk rumah).

3. Investasi saham
Investasi saham merupakan jenis investasi yang memiliki potensi penghasilan tak terbatas. Banyak sekali pialang saham yang kaya mendadak berkat kejelian mereka dalam berinvestasi saham. Analisa mereka teramat jitu, baik secara teknikal maupun fundamental. Dan hal itu berkat proses trial and error yang terus-menerus. Umumnya, mereka yang sukses adalah mereka yang membeli saham perusahaan kecil dengan harga yang murah. Seiring waktu berjalan, perusahaan tersebut berkembang pesat dan nilai sahamnya melejit. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihat 'peluang' seperti ini dan berani berinvestasi di saham yang non blue chip.
Karena potensi penghasilannya yang besar, investasi saham juga memiliki resiko yang sangat besar. Istilahnya adalah high risk high gain. Maka dari itu, dianjurkan agar berinvestasi saham menggunakan dana yang tak terpakai dalam waktu dekat. Selain itu, bagi yang memiliki masalah dengan jantung agar jangan berinvestasi saham. Investasi saham memerlukan kesabaran dan kesiapan dalam menerima hasil yang mungkin tak sesuai dengan keinginan.


Semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat bagi sobat semuanya. Jangan lupa, AYO BERINVESTASI DEMI KEMAJUAN BANGSA!

Salam sukses!


Baca Juga