--> Skip to main content



Setelah Yunani, Kini Giliran Tiongkok Yang Mengalami 'Krisis'

Salam Investasi! Mungkin kabar ini bisa dibilang agak ketinggalan. Tapi tak ada salahnya mengulas kabar 'tak terduga' yang satu ini. Ya, krisis ekonomi di Tiongkok merupakan hal yang tak diduga oleh banyak kalangan. Pasalnya negara Tiongkok tergolong negara yang kuat perekonomiannya, namun ternyata bisa juga dilanda krisis. Berbeda dengan Yunani yang memang tak sekokoh Tiongkok.

Jadi bagaimana kelanjutan cerita dari 'krisis' Tiongkok ini?

setelah yunani giliran tiongkok yang krisis
China
Akhir-akhir ini perekonomian dunia memang tengah lesu. Beberapa negara mengalami krisis yang diakibatkan oleh berbagai macam sebab.

Sebelumnya kita sudah tahu dengan krisis ekonomi yang melanda Yunani. Krisis di Yunani terjadi lantaran negara itu tak sanggup membayar utang IMF yang telah jatuh tempo. Alhasil, Yunani pun dinyatakan bangkrut, karena memiliki total utang sekitar Rp 1.400an Trilyun. Beruntung, ada bantuan finansial dari negara-negara Uni Eropa dan lembaga keuangan dunia yang setidaknya bisa membuat Yunani bisa sedikit 'bernafas lega'.

Lalu bagaimana dengan krisis di Tiongkok?

Adapun krisis Tiongkok ini terjadi akibat koreksi saham besar-besaran. Artinya adalah, harga saham-saham Tiongkok (sebelum krisis) begitu melejit. Namun, akibat adanya koreksi membuat Tiongkok kehilangan sekitar Rp 5000an Trilyun dalam waktu seminggu akibat penurunan nilai saham-saham di negeri tersebut.

Kalau dihitung-hitung, krisis ekonomi di Tiongkok jauh lebih besar ketimbang Yunani, yakni 3 kali lipat. Namun karena Tiongkok adalah negara besar dengan perekonomian yang kuat, sehingga mereka mampu bertahan di tengah krisis.

Adapun langkah yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok adalah meningkatkan ekspor sebanyak-banyaknya. Salah satu trik yang digunakan adalah dengan 'mengintervensi' mata uang mereka agar melemah. Dengan melemahnya nilai mata uang, maka nilai ekspor akan meningkat. 

Hmm.. Banyak akal juga ya pemerintah di negeri tirai bambu itu. Meski terbilang 'cerdas', langkah pemerintah Tiongkok ini tentunya memiliki efek samping. Efek samping dari kebijakan Tiongkok berpengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia. Salah satunya adalah melemahnya nilai tukar Rupiah. Dan tentunya akan ada efek-efek negatif selanjutnya yang akan menyusul. (AF)
Baca Juga
> Opini Kami Mengenai Sisi Gelap Bisnis Online di Era Sekarang