Skip to main content
Jual VCC Untuk Verifikasi PayPal (2 dan 5 thn)

Investor Lokal, Siap-Siap Membeli Saham PT. Freeport

Pemerintah baru-baru ini berencana menerapkan aturan baru terkait perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia. Salah satu aturannya, pemerintah melalui BEI akan membuat aturan untuk mewajibkan penyerapan saham PT. Freeport oleh investor lokal.

saham freeport bisa dibeli investor lokal
web resmi Freeport

Dilansir dari laman Kompas.com PT Bursa Efek Indonesia (BEI) -- atas petunjuk dari pemerintah -- akan membuat sebuah aturan agar saham PT Freeport Indonesia bisa diserap oleh investor lokal saat dilakukan IPO (Initial Public Offering) alias penawaran umum perdana saham ke publik.

"Kami (BEI) bisa membuat peraturan agar yang membeli rakyat Indonesia. Itu keberpihakan namanya. (Investor) asing bisa membeli setelah beberapa tahun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa bikin. Bursa bisa bikin," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Selasa (27/10/15) lalu.

Tito pun menambahkan, memang sudah seharusnya perusahaan asing ataupun anak usaha yang mengelola sumber daya alam Indonesia, agar hasilnya bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia. Dan hal itu sudah tertuang dalam Undang-Undang Dasar.

"Sahamnya dapat diserap melalui Taspen, Asabri, ataupun lembaga pensiun lainnya. Dalam 5-10 tahun mendatang, nilainya akan menjadi besar dan akan kembali ke rakyat Indonesia," kata Tito.

Selain itu, Tito juga berpendapat bahwa pencatatan saham PT Freeport Indonesia akan memberikan dampak positif -- berupa dorongan kinerja industri pasar modal domestik bisa menjadi lebih baik lagi. Dan salah satunya bisa menambah jumlah investor lokal yang ikut ambil bagian di pasar modal Indonesia.

"Induk perusahaan Freeport Indonesia (Freeport- McMoran Inc) terdaftar di Bursa Efek New York, Amerika Serikat. Tidak elok kalau Freeport Indonesia tidak tercatat di Bursa Efek Indonesia," tambah Tito lagi.

Mengenai aturan, Tito menjelaskan, "Aturan sudah ada terkait IPO pertambangan. Dalam kontrak Freeport Indonesia tahun 1991 lalu juga disebutkan salah satu alternatif divestasi, yakni listed melalui Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang sekarang BEI."

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, divestasi saham PT Freeport Indonesia melalui pasar modal atau IPO tentunya akan mendorong pemerataan kepemilikan oleh masyarakat dibanding dengan melakukan penempatan langsung atau private placement.

"Kalau mereka divestasi di pasar modal, tentunya pemerataan kepemilikan saham oleh masyarakat Indonesia bisa lebih tinggi ketimbang divestasi sebagai private placement yang hanya pihak-pihak tertentu," ujar Nurhaida.

Menurut dia, jika PT Freeport Indonesia melakukan divestasi melalui pasar modal, maka kepemilikan
saham oleh investor lokal diharapkan lebih besar dari investor asing sehingga manfaatnya lebih banyak dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

"Memang, di pasar modal, siapa pun bisa membeli saham, baik investor lokal maupun asing. Kalau ada kehawatiran bahwa (investor) asing yang akan memiliki, perlu dilihat lagi bagaimana membatasinya. Kalau yang dilihat lebih ke arah pemerataan, tentu bisa diimbau kepada penjamin pelaksana emisinya untuk memberikan persentase lebih kepada (investor) lokal," katanya.

Hal ini tentunya menjadi kabar gembira bagi investor lokal, di mana saham perusahaan tambang besar dunia itu bisa dimiliki oleh publik. Dan isu ini sepertinya sangat sensitif dan bisa sedikit mempengaruhi hubungan antara Indonesia dengan Amerika Serikat.


Baca juga:

Waktu yang tepat untuk jual-beli saham (untuk pemula)


Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR