--> Skip to main content



Luar Biasa! 2016, BRI Punya Satelit Sendiri

Dunia perbankan di Indonesia tampaknya sedang berinovasi. Hal itu terjadi pada salah satu Bank yang merupakan BUMN di Indonesia, yaitu BRI. Kabarnya, BRI akan meluncurkan satelit mereka sendiri pada pertengahan 2016 nanti.

Seperti apakah kisahnya?


2016 BRI punya satelit sendiri
Satelit/Pixabay


Mungkin hal ini baru pertama kali terjadi di dunia perbankan Indonesia, bahkan dunia. Dan hal itu terjadi pada Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kabarnya BRI akan mulai mengoperasikan satelit sendiri
pada pertengahan tahun 2016 nanti. 

Dilansir dari laman Kompas.com, Corporate Secretary BRI Budi Satria mengungkapkan bahwa saat ini progress pembuatan satelit BRI atau BRISat di pabrik Space Systems/Loral, LLC (SSL) Palo Alto, California sudah mencapai lebih dari 50 persen.

“Jika tidak ada aral melintang, launching BRISat akan dilaksanakan sebelum pertengahan tahun 2016,” kata Budi dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2015) yang lalu.

Untuk mendukung operasional satelit tersebut, rupanya BRI sudah menyiapkan infrastruktur pendukungnya. Adapun lokasinya adalah di daerah Ragunan–Jakarta Selatan, BRI membangun primary satellite control facility yang saat ini pembangunannya sudah mencapai 90 persen. Kemudian ada satu lagi infrastruktur di daerah Tabanan–Bali, yang notabene adalah back up satellite control facility dengan progress pembangunan yang sudah mencapai 80 persen.

"Itu dirancang fully redundand. Jadi saat terjadi problem di Ragunan, operasional satelit bisa ditangani di Tabanan,” ujar Budi.

Yang menjadi salah satu tantangan adalah, operasional satelit tersebut akan dilakukan oleh SDM dari internal BRI sendiri. Jadi saat ini para staf BRI yang ditunjuk tengah menjalani program pelatihan operasional satelit di pabrik SSL Palo Alto, California Amerika Serikat.

Adapun tujuan dari dioperasikannya BRISat, BRI akan lebih menghemat pengeluaran biaya operasional jika dibandingkan melakukan sewa jasa satelit untuk komunikasi jaringan.

“Selain itu yang tak kalah pentingnya, bisameminimalisir gangguan jaringan sekitar 11.000 kantor, 21.000 ATM BRI, dan 154.000 Electronic Data Capture BRI,” tutup Budi.

Apa yang dilakukan BRI ini sepatutnya ditiru oleh perusahaan yang lain, terutama yang bergerak di bidang telekomunikasi. Meskipun investasinya besar di awal, namun nilai hematnya akan dinikmati secara terus-menerus. Selain itu, ketergantungan akan negara lain (ex: Singapura) tentunya akan berkurang.

Semoga saja, apa yang dilakukan BRI ini bisa ditiru perusahaan yang lain! 

Baca Juga
> Opini Kami Mengenai Sisi Gelap Bisnis Online di Era Sekarang