Skip to main content
Jual Saldo PayPal dan Amazon Gift Card

VLShop - iOSpedia - Klikbanjar - Selebshop - Accgaming - Enpedia - YAADb - Virtual - Syariah - Investasi
© Onlenpedia Blog Network ™

Mengenal 3 'Pembunuh' Bisnis dan Cara Mengatasinya

Semapan-mapannya bisnis, pasti ada masanya turun. Sebaliknya -- sesulit-sulitnya bisnis, pasti ada masanya naik. Semua itu adalah dinamika yang harus diterima oleh seorang pebisnis, agar selalu siap setiap saat.

Bicara soal bisnis, setelah admin riset dan pelajari di lapangan (ceileh...) -- ternyata bisnis itu memiliki 'pembunuh' yang sangat 'keji'. Pembunuh bisnis atau 'bussines killer' ini adalah salah satu hal yang harus diperhatikan dan dipelajari dengan baik, agar pebisnis tidak terkejut di kemudian hari.

Lalu, apa saja 'pembunuh' bisnis yang admin maksudkan di atas?


pembunuh bisnis: perubahan tren, persaingan yang ketat dan regulasi pemerintah
Ilustrasi dari Pixabay


Tanpa berbasa-basi lagi, berikut ini 3 hal yang bisa 'membunuh' suatu bisnis -- berdasarkan riset yang dilakukan admin, antara lain:


1. Perubahan tren

Perubahan tren akhir-akhir ini sangat cepat terjadi. Ketika seseorang memutuskan berbisnis berdasarkan 'tren', maka bisa dipastikan umur bisnis tersebut tidak akan lama.

Solusinya, sebelum memulai bisnis -- atau istilah admin adalah masuk ke dalam 'lingkaran' bisnis -- pilihlah bisnis yang memenuhi syarat-syarat berikut ini, antara lain:

- pilihlah bisnis yang tak terpengaruh tren
- pilihlah bisnis yang benar-benar dibutuhkan masyarakat
- pilihlah bisnis yang dibutuhkan secara berkesinambungan
- pilihlah bisnis yang dibutuhkan untuk jangka panjang.
- pilihlah bisnis yang tahan terhadap krisis ekonomi
- sebisa mungkin hindari bisnis yang 'booming' sesaat.

Dengan mengikuti syarat-syarat di atas, niscaya bisnis anda tidak akan mudah 'takluk' oleh perubahan tren.


2. Persaingan bisnis yang ketat

Ketika syarat bisnis yang dijelaskan di poin 1 sudah anda terapkan -- maka akan muncul lagi 'pembunuh' lainnya yang bernama PERSAINGAN bisnis. Ya, persaingan bisnis memungkinkan terjadinya kebangkrutan bagi usaha yang kalah bersaing. Hal itu dikarenakan persaingan yang ketat menuntut layanan yang maksimal terhadap konsumen -- agar bisa merebut hati mereka.

Berikut ini beberapa tips untuk menghadapi persaingan bisnis, antara lain:

- harga produk bersaing alias murah
- pelayanan ramah dan cepat tanggap
- proses retur tidak berbelit-belit
- menggarap pasar di daerah lain yang belum terjamah (ekspansi ke daerah terpencil)
- menggarap pasar yang lebih luas (ekspansi ke ranah online)
- inovasi tiada henti, alias membuat sesuatu yang beda (out of the box) -- baik dari segi produksi maupun pemasaran
- bermain cerdas, efektif, efisien, dan tanamkan prinsip sekali dayung 2, 3 pulau terlampaui
- menyiapkan plan B, plan C, dan seterusnya buat jaga-jaga kalau plan A gagal
- berdoa pada Yang Maha Kuasa, agar dimudahkan dalam segala urusan.


3. Regulasi/aturan dari pemerintah

'Pembunuh' bisnis yang terakhir dan yang paling 'mengerikan' adalah, regulasi/aturan. 'Pembunuh' bisnis yang satu ini datangnya dari pemerintah, memungkinkan bisnis yang besar dan mapan (sekalipun) juga bisa terkena imbasnya. Ya, regulasi dari pemerintah tak pandang bulu, bisa saja 'membunuh' usaha besar yang dianggap menyalahi aturan.

Sebagai contoh, seandainya pemerintah mengeluarkan regulasi UMP yang besar dan pajak perusahaan yang besar, maka usaha yang besar sekalipun bisa saja bangkrut. Kemudian, (seandainya) pemerintah mengeluarkan regulasi anti terhadap produk asing, maka perusahaan-perusahaan 'raksasa' seperti Unilever, Honda, Yamaha, Toyota, Google, Apple, Samsung dan perusahaan asing lainnya bakal kehilangan omset yang sangat besar -- karena Indonesia adalah 'pasar' yang menggiurkan bagi mereka.

Lalu bagaimana cara mengatasi 'pembunuh' paling mengerikan ini?

Caranya antara lain:

- ikuti regulasi dari tiap-tiap negara, seperti bayar pajak, UMP dan lain-lain
- jangan cuma mengandalkan 1 negara saja, bukalah pasar di negara lainnya, buat jaga-jaga
- aktif di asosiasi dan komunitas pengusaha lainnya, agar bisa mengutarakan pendapat dan suara kita bisa didengarkan
- berikan efek positif, seperti membantu daerah sekitar tempat basis usaha kita (kesehatan, pendidikan, sosial, lingkungan, dll), menyerap tenaga kerja lokal, dan lain sebagainya
- jagalah komunikasi yang baik dengan pemerintah.

Karena 'dahsyatnya' pembunuh yang satu ini, maka banyak pengusaha yang melebarkan sayap menjadi politikus -- bahkan ada juga yang membangun partai politik sendiri. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah, untuk 'mengamankan' usaha mereka dari regulasi yang merugikan.


Kalau kita lihat dari 3 'pembunuh' bisnis di atas, maka tak ada bisnis yang benar-benar aman. Mungkin yang paling aman hanyalah Badan Usaha Milik Negara, lantaran aturannya mereka buat sendiri, hehehe..

Sekian dahulu ulasan dari kami mengenai 3 'pembunuh' bisnis yang perlu anda cermati dan perhatikan dengan seksama. Semoga tulisan yang singkat ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi anda -- sebelum benar-benar memulai bisnis.

Salam sukses!

Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR

LIHAT JUGA:

Cara menjadi reseller produk virtual di VLShop-Onlenpedia, GRATIS dan TANPA MODAL