Skip to main content
Jual VCC Untuk Verifikasi PayPal (2 dan 5 thn)

VLShop - iOSpedia - Klikbanjar - Selebshop - Accgaming - Enpedia - YAADb - Virtual - Syariah - Investasi
© Onlenpedia Blog Network ™

Kemajuan Bisnis Digital: Jangan Melawan, Mari Beradaptasi!

Protes akan adanya angkutan online yang dilakukan para sopir angkutan konvensional -- saat ini menjadi viral. Hal itu tak lepas dari kemajuan bisnis digital yang semakin tak terbendung -- membuat bisnis konvensional jadi kalah bersaing, dan mereka pun melawannya.

Bagaimana cara menyikapi kemajuan bisnis digital yang semakin pesat ini?

Jawabannya adalah, jangan dilawan. Tapi beradaptasilah!


kemajuan bisnis digital, jangan melawan mari beradaptasi
Ilustrasi dari Pixabay


Era digital erat kaitannya dengan kemajuan teknologi, khususnya kehadiran gadget dan internet. Hal itu tentunya menjadi 'daya tarik' bagi masyarakat, apalagi harga gadget semakin murah, begitupula dengan harga kuota internet. Alhasil, banyak orang yang membeli gadget, baik smartphone, tablet atau mungkin laptop -- guna mengakses internet dengan lebih praktis lagi.

Fakta ini tentunya membuat pengguna internet semakin membludak saja. Dengan membludaknya pengguna, otomatis internet 'menjelma' menjadi pasar raksasa yang bisa dijadikan lahan bisnis. Pada akhirnya, mereka yang 'jeli' langsung memanfaatkan peluang ini guna meraup uang sebanyak-banyaknya.

Semakin banyaknya situs-situs ecommerce, baik produk fisik, digital maupun jasa -- sedikit banyak mempengaruhi usaha-usaha konvensional yang sudah lama berdiri. Dengan kemudahan internet, tentunya konsumen lebih memilih yang lebih mudah dan praktis, sehingga yang konvensional jadi 'sepi' job.

Sebagai contoh, berikut ini contoh usaha-usaha konvensional yang 'kalah bersaing' dengan usaha berbasis digital, diantaranya:

1. Tukang pos surat yang kalah dari email

2. Supermarket yang mulai berkurang omsetnya lantaran situs-situs ecommerce

3. Travel-travel yang mulai gulung tikar lantaran kehadiran Traveloka, Trivago, Tiket.com, Agoda, PegiPegi dan kawan-kawan.

4. Media surat kabar dan majalah yang mulai 'melebarkan sayap' ke media online / portal berita.

5. Angkutan konvensional yang mulai 'gerah' dengan kehadiran angkutan berbasis daring.

6. SMS yang kalah bersaing dengan aplikasi chatting seperti WhatsApp, BBM, Line.

Dan masih banyak lagi...


Dari contoh-contoh di atas dapat diambil intisari kalau era digital memungkinkan usaha yang 'mapan' sekalipun bisa 'jatuh'. Jadi, para kapitalis-kapitalis konvensional ini seharusnya mulai beradaptasi -- agar tidak gulung tikar.

Mungkin mereka bisa mencontoh dari apa yang dilakukan Matahari Dept. Store yang sukses beradaptasi dengan menghadirkan layanan ecommerce MatahariMall.com. Kemudian media-media cetak juga sukses beradaptasi dengan melebarkan sayap ke portal digital.


Jangan berdiam saja, apalagi melawan kemajuan teknologi!

Sebagai contoh, Nokia yang 'tidak melawan dan tidak melakukan kesalahan' saja bisa jatuh. Apalagi kalau MELAWAN kemajuan teknologi, seperti yang terjadi pada angkutan konvensional. Akibatnya tentu sangat buruk bagi bisnis mereka ke depannya. Selain konsumen tak suka, citra buruk pun akan lahir -- ketika mereka melakukan aksi-aksi berbau anarkis.

Alangkah baiknya agar mereka 'menyesuaikan diri' dengan keinginan konsumen yang menginginkan sesuatu yang mudah dan praktis. Niscaya, bisnis mereka akan terus eksis -- karena kunci 'ketahanan' suatu bisnis adalah KEPUASAN konsumen.


Jadi, bagi anda yang memiliki bisnis konvensional, alangkah baiknya agar menyesuaikan diri dengan kemajuan jaman. Semakin dini anda melakukannya, semakin baik -- agar anda tidak tertinggal dengan yang lain.

Anda mungkin bisa berkonsultasi dengan pakar-pakar digital -- seperti apa baiknya versi online dari bisnis anda. Apakah dibuatkan website? Atau mungkin ikut berjualan di marketpace? Atau bisa juga menggunakan strategi Facebook Marketing alias pasang iklan di Facebook Ads?

Semua terserah anda!


Baca juga:



Sekian dahulu ulasan singkat dari kami mengenai cara menyikapi kemajuan bisnis digital, yakni dengan beradaptasi. Semoga ulasan yang singkat ini bisa menggerakkan keinginan anda untuk ikut meramaikan ranah digital di Indonesia.

Salam bisnis online!

Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR