Skip to main content
Jual VCC Untuk Verifikasi PayPal (2 dan 5 thn)

VLShop - iOSpedia - Klikbanjar - Selebshop - Accgaming - Enpedia - YAADb - Virtual - Syariah - Investasi
© Onlenpedia Blog Network ™

5 Alasan Kenapa Profesi Vlogger Semakin Digandrungi Saja

Di dunia internet marketing, profesi vlogger (video blogger) kian digandrungi saja. Banyak sekali orang-orang kreatif, khususnya anak muda -- yang mencoba 'terjun' ke dunia tersebut.

Kira-kira apa yang membuat profesi tersebut begitu diminati?


alasan kenapa profesi vlogger semakin diminati saja
Ilustrasi dari Pixabay


Era 2016 merupakan era kreatifitas. Saat ini para pebisnis, baik online maupun offline dituntut harus memiliki kreatifitas yang 'super' -- agar tidak kalah dalam 'persaingan'.

Salah satu profesi / karir / bisnis yang membutuhkan kreatifitas 'super' adalah menjadi seorang vlogger. Seorang vlogger dituntut menjadi kreatif dalam mengembangkan konten videonya agar menarik perhatian viewers. Tentunya apabila traffic bagus, maka uang yang didapatkan akan semakin besar.

Bicara tentang vlogger, menurut riset -- akhir-akhir ini jumlah vlogger di Indonesia semakin bertambah saja. Hal itu tak lepas dari 'tren' digital yang cenderung mengarah ke konten video. Selain itu, kepopuleran profesi vlogger juga disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:



1. Orang-orang lebih suka 'nonton' ketimbang 'baca'

Karena kita hidup di Indonesia, maka kita harus bisa menyesuaikan 'pasar' di negara kita. Seorang vlogger menyadari hal itu, di mana orang-orang Indonesia cenderung lebih suka nonton video ketimbang membaca tulisan. Alhasil, banyak orang berlomba-lomba menjadi vlogger, karena besarnya minat orang-orang Indonesia terhadap konten video.



2. Infrastruktrur membaik

Beberapa tahun yang lalu, infrastruktur internet di Indonesia sangat buruk. Akibatnya, kecepatan akses internet di Indonesia (kala itu) bikin geleng-geleng kepala. Karena internet yang super lemot, otomatis orang-orang jadi malas mengakses video -- lantaran sering buffering. Begitu juga dengan proses upload video yang kadang gagal di 'tengah jalan'.

Seiring waktu berjalan, internet di Indonesia semakin cepat saja. Alhasil konten video bukan sesuatu yang 'menyebalkan' lagi. Dari sinilah, para penikmat konten video semakin bertambah -- dan itulah kunci dari eksistensi vlogger di Indonesia. Dengan akses internet yang semakin cepat, penikmat konten video bertambah, jumlah advertiser bertambah, jumlah perputaran uang bertambah -- alhasil, jumlah vlogger pun turut bertambah.


3. Iklan dalam bentuk video lebih disukai advertiser

Bisa dibilang uang merupakan salah satu alasan kenapa orang-orang terjun ke dunia vlogging. Konon, uang yang dihasilkan dari iklan video jauh lebih besar ketimbang iklan teks atau iklan gambar.

Hal itu tak lepas dari minat advertiser yang lebih suka beriklan dalam bentuk video -- ketimbang format yang lain. Dari sinilah uang mengalir ke kantong para vlogger, yang mengandalkan konten video sebagai 'mesin uang' mereka.


4. Popularitas vlogger

Seorang vlogger, selain menghasilkan uang dari iklan -- tentunya juga bisa mendapatkan 'bonus'. Bonus yang dimaksud adalah, sebuah popularitas -- di mana si vlogger adalah 'aktor/aktris utama' dalam video yang dibuatnya. Dengan begitu, wajah si vlogger akan semakin dikenal -- dan tentu dirinya akan semakin populer.

Sesungguhnya tak sedikit pula vlogger yang sukses menjadi seorang selebritis ataupun public figure. Mungkin hal itu bisa dilihat pada sosok Bayu Skak, Kevin Anggara dan Raditya Dika.


5. Konten video 'lebih aman' dalam hal hak cipta

Berbeda dari konten tulisan yang terlalu mudah dicopas, konten video justru agak sulit dicopas. Kalaupun sudah berhasil dicopas oleh copaser, video copasan tersebut cenderung tak akan bertahan lama -- karena dihapus oleh Youtube. Hal itu disebabkan karena pengawasan hak cipta dalam konten video sangatlah ketat, dibanding konten tulisan.

Berdasarkan fakta tersebut, para vlogger pun merasa aman dalam menciptakan kreasi karena hak ciptanya lebih 'terjaga'. Alhasil, bisnis seperti ini kemungkinan akan bertahan dalam waktu yang lama.




Menjadi seorang vlogger memang sangat enak (jikalau sukses). Namun banyak yang tak menyadari bagaimana proses sukses sang vlogger yang terbilang sangat panjang.

Karena 'tergiur' dengan kesuksesannya, orang-orang cenderung tidak tahu bagaimana kesulitan, tantangan dan proses panjang yang harus dilalui oleh vlogger sukses.

Untuk itu, bagi anda yang berminat menjadi vlogger -- anda DITUNTUT harus siap untuk menjalani proses yang panjang. Sederhananya, anda harus siap tidak berpenghasilan -- minimal dalam jangka waktu 1 tahun.

Kenapa begitu lama tak berpenghasilan?

Hal itu disebabkan karena membangun channel video termasuk dalam kategori 'investasi jangka menengah'. Jadi, anda harus siap 'membangun segalanya dari 0' tanpa adanya pemasukan dari channel anda.

Apakah anda bisa menyanggupinya?

Silahkan dijawab sendiri-sendiri ya ;).

Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR