Skip to main content
Jual VCC Untuk Verifikasi PayPal (2 dan 5 thn)

VLShop - iOSpedia - Klikbanjar - Selebshop - Accgaming - Enpedia - YAADb - Virtual - Syariah - Investasi
© Onlenpedia Blog Network ™

5 Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Perencanaan Bisnis Ecommerce

Dalam memulai bisnis, pentingkah yang namanya perencanaan?

Jawabannya adalah penting.

Jadi, sekecil-kecilnya bisnis yang akan anda jalankan -- tetap saja memerlukan yang namanya perencanaan bisnis. Namun yang patut diingat adalah, rencana tersebut harus dieksekusi alias di'action'kan. Apalah artinya sebuah rencana yang matang nan brilian, namun tidak ada tindakan nyata yang menyertainya. Hal itu sama saja dengan nol besar.

Jadi, yang terbaik adalah merencanakan bisnis itu penting dan menjalankannya jauh LEBIH PENTING.

Bicara soal perencanaan bisnis, dalam kaitannya dengan bisnis ecommerce (berjualan online) -- ada beberapa hal yang patut direncanakan sebelum anda 'terjun ke medan pertempuran'. Hal ini penting, mengingat persaingan bisnis di bidang ini semakin ketat saja dari waktu ke waktu. Jadi, anda tidak bisa asal action sebelum benar-benar terencana dengan matang.

Lalu, seperti apakah perencanaan bisnis ecommerce yang tepat?


hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan bisnis ecommerce
Ilustrasi dari Pixabay


"Pada dasarnya, konsep perencanaan bisnis secara umum meliputi: pembangkitan gagasan, penyaringan, pengembangan dan pengujian konsep, strategi pemasaran, analisa bisnis, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi. Dengan kata lain, rencana bisnis untuk merealisasikan ide memang menjadi hal yang sangat penting dalam bisnis."
(Ciputraentrepreneurship.com).

Berdasarkan kutipan di atas, dapat disimpulkan kalau bisnis merupakan KOMERSIALISASI dari sebuah IDE. Semua harus diawali dari sebuah ide yang benar-benar brilian, matang dan potensial -- kemudian jadikan itu sebagai lahan berbisnis.

Untuk pembahasan kali ini, mungkin ide yang digunakan lebih spesifik, yaitu bidang ecommerce. Sebut saja, saat ini anda ingin membuka toko online dengan konsep dan ide tertentu yang sudah anda persiapkan. Jadi, anda perlu perencanaan yang matang untuk mengkomersilkan ide bisnis anda agar menghasilkan konversi yang bagus.

Berikut ini ada 5 hal yang harus anda perhatikan dalam perencanaan bisnis ecommerce yang akan anda jalankan, antara lain:


1. Modal

Menjalankan bisnis, pasti perlu modal guna menopang segala hal yang berhubungan dengan bisnis ecommerce anda. Sebut saja untuk membeli komputer/laptop, biaya internet , biaya untuk menyetok barang, biaya gaji karyawan (kalau ada), biaya promosi, biaya tak terduga dan lain sebagainya.

Solusi yang bisa anda dapatkan adalah:

- Dengan modal sendiri, anda bisa menjadi dropshipper atau reseller atau mungkin importir. Semua tergantung besaran modal yang anda miliki.

Baca juga:




- Bekerja sama dengan investor, dengan sistem bagi hasil.

- Mengajukan pinjaman kepada bank.

Ketiga pilihan permodalan di atas bisa anda pilih sesuai keinginan anda.


2. Produk yang dijual

Modal sudah didapat, maka anda sekarang merencanakan produk apa yang akan anda jual.

Mungkin hal ini sudah anda pikirkan sejak awal, karena berkaitan dengan ide bisnis yang sudah ada di kepala anda. Namun lebih spesifiknya lagi, anda harus tahu bagaimana produk yang anda jual, apa merknya, berapa harganya, belinya di supplier mana, apakah dibutuhkan masyarakat secara berkesinambungan, apakah memiliki kredibilitas, apakah bermanfaat dan lain sebagainya. Hal ini teramat penting, karena kualitas, manfaat dan kredibilitas produk adalah 'nyawa' dari sebuah bisnis.

Ketika anda menjalankan bisnis ecommerce, pastinya anda berharap agar produk yang anda jual tidak mengecewakan pembeli. Jangan sampai niat dan hawa nafsu 'untuk mencari keuntungan' membuat anda 'buta' akan kepuasan konsumen.


Tambahan:

Yang patut diperhatikan, fokuslah pada 1 jenis produk dulu -- agar toko anda dianggap 'spesialis' oleh para pembeli. Dan disarankan agar memilih produk yang berhubungan dengan wanita, karena wanita adalah 'pasar' yang sangat bagus dalam bisnis ecommerce.


3. Pasar yang disasar

Ketika anda sudah menentukan produk yang akan anda jual, tiba saatnya untuk melakukan riset pasar. Ini kaitannya akan berguna untuk strategi marketing anda.

- Apakah anda akan berjualan online untuk area kota, provinsi, nasional atau mungkin internasional?

- Berapa usia calon pembeli?

- Apakah calon pembeli hanya kalangan tertentu saja?

- Siapa saja kompetitor anda?

- Apa kelebihan dan kekurangan kompetitor anda?

- Seperti apa strategi kompetitor anda?

dan lain sebagainya.

Intinya anda harus mengenal karakteristik pasar yang menjadi target penjualan anda. Kaitannya juga dengan pesaing anda, yang merupakan kompetitor di pasar yang anda garap.


4. Strategi marketing

Kelanjutan dari poin yang ketiga, ketika anda sudah mengenal karakteristik pasar, tiba saatnya untuk menjalankan strategi marketing.

Dewasa ini, strategi marketing sudah semakin berkembang. Ada yang menjalankan strategi hard selling (langsung jualan), ada juga yang soft selling (content marketing). Kemudian untuk promosi, ada yang dengan berbayar -- ada pula yang gratisan. Semua kembali lagi kepada budget yang anda miliki.

Saran kami, gunakanlah strategi marketing yang lebih 'ekstrim dan masiv' ketimbang kompetitor anda. Tujuannya agar anda bisa memenangkan persaingan.


5. Kelangsungan bisnis di masa mendatang

Ketika semua perencanaan sudah semakin matang, tiba saatnya untuk melakukan riset tentang kelangsungan bisnis anda di masa yang akan datang.

Di dunia ecommerce, tren bisnis berubah sangat cepat. Langkah terbaik yang harus dilakukan adalah, dengan melakukan inovasi secara terus-menerus.

Anda harus bisa melihat 'kebutuhan pasar' dari waktu ke waktu. Ingat, 'keinginan pasar' adalah raja dari segala raja. Apabila 'pasar' sedang menginginkan produk yang seperti ini, maka anda harus meyesuaikan diri -- yakni dengan melakukan inovasi.

Jangan pernah berdiam diri, apalagi melawan kehendak pasar. Apabila anda melakukan hal tersebut, maka terimalah resikonya -- seperti yang dialami Nokia (berdiam diri), dan perusahaan taxi konvensional (melawan kehendak pasar). Keduanya langsung KALAH dalam persaingan!

Jadi, perlu kami tekankan sekali lagi pentingnya perencanaan dalam bisnis anda. Anda mungkin saja tidak takut dengan kegagalan, namun alangkah baiknya agar anda meminimalisir kegagalan dengan perencanaan yang matang. Tujuannya, agar semua yang anda lakukan lebih efektif dan efisien.

Ayo segera buat perencanaan bisnis anda dari sekarang. Dan jangan lupa untuk mengeksekusi rencana tersebut, agar hasilnya tidak NOL BESAR!

Salam sukses!



Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR