--> Skip to main content



3 Realita Dunia Bisnis yang Tidak Diketahui Orang-Orang Awam

Keren, fantastis, pasti sukses, dan bla bla bla..!

Itulah anggapan-anggapan yang selama ini tersemat dalam dunia bisnis, di mata orang-orang yang belum pernah terjun ke dunia bisnis -- namun memiliki minat terhadap dunia tersebut. Biasanya 'bayangan' mereka tentang dunia bisnis sangat menjanjikan, mudah untuk sukses, terlihat keren, dan lain-lain. Namun, bagi mereka yang benar-benar 'terjun', dunia bisnis tidak semanis yang dibayangkan.

Lantas, seperti apa sebenarnya dunia bisnis itu?

Sekedar gambaran, di sini akan dipaparkan mengenai 3 realita sesungguhnya dari dunia bisnis yang tak diketahui orang-orang awam. Tujuan dari paparan ini adalah agar mereka yang ingin terjun ke dunia bisnis, harus tahu lebih dalam tentang 'kenyataan' dari dunia tersebut.

Adapun 3 realita dunia bisnis yang perlu anda ketahui diantaranya:


realita dunia bisnis yang tak diketahui orang orang
Ilustrasi realita dunia bisnis



1. Sukses secara instan hanyalah khayalan

Kesuksesan bukanlah hal yang mustahil. Namun, apabila kesuksesan itu diraih dengan cara yang instan, bisa dibilang hal itu hanyalah khayalan semata.

Apabila ada orang yang sukses secara instan, hal itu patut untuk dipertanyakan. Bisa saja yang mengaku 'sukses dalam waktu singkat' hanya sebagai umpan / jebakan / 'iming-iming' dari pemain MLM / money game untuk merekrut member. Alhasil, pemilik bisnis tersebut (bisa) sukses secara instan, namun membernya yang keluar duit.

Well, dalam dunia bisnis yang 'benar-benar bisnis', tidak ada kesuksesan yang benar-benar instan. Anda harus 'realistis', dalam artian harus siap kerja keras, siap pantang menyerah, siap capek tenaga, siap capek pikiran, siap modal, dan tentunya siap gagal. Apabila anda tidak siap dengan semua itu, lebih baik jangan jadi pebisnis, dan lebih baik anda jadi karyawan saja, yang dari awal sudah 'stabil' dan tak perlu merintis.


2. Harus punya 'sembilan nyawa'

Kenapa harus punya 'sembilan nyawa'?

Pada dasarnya istilah tersebut diperuntukkan kepada hewan jenis kucing yang kita tahu sangat gesit, tidak gampang mati, dan lain-lain.

Dalam dunia bisnis, 'sembilan nyawa' sama artinya dengan 'sembilan jatah gagal'. Jadinya, anda harus siap minimal 9 kali gagal, baru anda 'diperbolehkan' untuk menyerah. Jangan sampai, baru sekali gagal, sudah merasa hancur bagaikan kiamat. Itu sama saja dengan mental karyawan yang lebih memilih untuk 'main aman' dan suka yang 'stabil' alias tidak suka merintis.

Sebagai tambahan, kenalan admin -- yaitu seorang pebisnis kuliner mengatakan bahwa 9 kali gagal masih terlalu sedikit. Dia sudah pernah 9 kali merasakan kegagalan, dan dia tidak menyerah dan terus maju untuk menggapai mimpinya menjadi orang sukses. Alhasil, sekarang dia memiliki beberapa depot yang tersebar di kota tempat tinggal admin.


3. Meskipun sudah sukses, harus tetap 'bergerak'

Dunia bisnis tak seperti dunia karyawan yang penuh dengan kepastian dan 'zona nyaman'. Kalau dunia bisnis justru sebaliknya, yakni penuh dengan ketidakpastian dan zona yang 'dinamis'. Alhasil, seorang pebisnis meskipun sudah sukses, harus tetap 'bergerak' mengikuti zaman yang selalu berubah setiap saat. 'Bergerak' yang dimaksud di sini adalah terus berinovasi, riset yang terus-menerus, dan promosi tiada henti.

Apabila anda malas berinovasi, maka anda akan seperti Nokia yang 'terlena' ketika sukses. Seperti yang kita tahu, saat ini Nokia sudah colapse karena kalah bersaing dengan smartphone Android dan iOS.

Sedangkan untuk promosi, kita tidak boleh berhenti meskipun sudah sukses. Sebagai contoh, merk kenamaan yang sudah sangat terkenal yakni Indomie -- masih beriklan secara terus-menerus. Hal itu disebabkan kompetitornya seperti Mie Sedap yang tak henti berpromosi dan berinovasi. Apabila Indomie 'diam saja', maka mereka akan dikejar oleh para kompetitor.

Baca juga:



Itulah dia sepenggal kisah mengenai realita dunia bisnis yang tak diketahui oleh orang-orang awam.

Pada dasarnya, dunia bisnis itu kejam dan 'penuh dengan darah'. Namun disitulah letak 'seni'nya, karena dinamika bisnis bagaikan tantangan yang membuat hidup terasa LEBIH HIDUP.

Semoga bermanfaat!


Baca Juga
> Opini Kami Mengenai Sisi Gelap Bisnis Online di Era Sekarang