Skip to main content
Jual VCC Untuk Verifikasi PayPal (2 dan 5 thn)

3 Akibat Negatif Bagi Negara Berpenduduk Besar, Namun Kualitas SDM-nya Rendah

Onlenpedia.com | Pembahasan kali ini akan 'menyentil' negara-negara di dunia yang memiliki banyak penduduk, namun kualitas SDM-nya buruk. Alhasil, banyak sekali akibat negatif yang membuat negara tersebut sulit berkembang.

Lalu, apa saja akibat-akibat negatif yang dimaksud?

Langsung saja, berikut ini 3 akibat negatif bagi negara yang penduduknya banyak -- namun minim SDM berkualitas, diantaranya:


akibat negatif negara berpenduduk besar namun kualitas sdm rendah
Akibat negatif negara berpenduduk besar yang 'miskin' SDM berkualitas / via Pixabay


1. Menjadi pangsa pasar bagi banyak negara, uang pun 'mengalir' ke luar negeri

Negara dengan jumlah penduduk yang besar biasanya menjadi pangsa pasar (baca: 'mangsa') bagi negara-negara produsen. Apalagi kalau negara tersebut minim SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas, alhasil banyak negara yang berdatangan untuk 'jualan' di negara tersebut.

Dengan menjadi pangsa pasar bagi negara lain, alhasil uang dari para penduduk negara tersebut akan mengalir ke negara-negara yang 'jualan' di negara tersebut. Ingin jualan produk yang sejenis, negara tersebut sudah ketinggalan dari segi pengembangan/riset dan tentunya brand.  Alhasil, mau tak mau negara tersebut harus (rela) menjadi konsumen dan 'membiarkan' uang rakyatnya mengalir ke luar negeri.


2. Sulit melakukan pemerataan pendapatan

Akibat negatif yang kedua adalah, banyaknya jumlah penduduk -- membuat pemerintah semakin kesulitan mengurusi penduduknya. Salah satu urusan yang paling krusial adalah, dalam hal pemerataan pendapatan -- di mana yang kaya makin kaya -- dan yang miskin makin miskin.

Sulit bagi si miskin apabila ingin 'bersaing' melawan si kaya, karena kalah dari segi permodalan dan tentunya kemampuan produksi. Banyak produk-produk baru bermunculan dari pebisnis baru, kemudian menjadi tren, namun akhirnya kaum kapitalis (bermodal besar) meniru produk tersebut, dan menjual dengan harga yang lebih murah. Alhasil, produk yang dirintis oleh si pebisnis baru harus collapse.

Pola tersebut terus-menerus berulang, di mana kaum kapitalis kian kaya dengan memanfaatkan jumlah penduduk yang besar -- yang menjadi pangsa pasar yang 'gurih' bagi mereka. Mereka terus melakukan ekspansi bisnis ke bidang lain, seakan ingin menguasai segala sektor bisnis, dan tak memberikan tempat bagi pebisnis yang baru merintis. Dan akhirnya, yang kaya kian kaya, yang miskin kian miskin.


3. Jadi 'anak buah' di negeri sendiri maupun di negeri orang

Banyaknya jumlah penduduk dengan kualitas SDM yang rendah, membuat mereka 'hanya' bisa menjadi anak buah. Biasanya yang menjadi bos / pemilik bisnis adalah perusahaan-perusahaan asing yang membuka cabang di negara tersebut. Alhasil, perusahaan-perusahaan asing ini menjadi bos di negeri orang, dan warga pribumi menjadi anak buah di negerinya sendiri.

Lalu bagaimana dengan mereka yang bekerja di luar negeri?

Tentu saja, mayoritas penduduk yang kerja di luar negeri hanya bisa menjadi anak buah. Namun patut diapresiasi, karena mereka-mereka inilah yang menjadi pahlawan devisa bagi negara asalnya.

Yang paling disayangkan adalah, mereka yang jadi anak buah di negeri sendiri, dan di bawah perintah perusahaan asing. Sungguh miris melihat kondisi seperti ini.


Itulah dia pembahasan singkat mengenai 3 akibat buruk bagi negara berpenduduk banyak namun minim SDM berkualitas.

Mungkin anda bisa menebak, negara apa yang memiliki ciri sama dengan penjelasan di atas? Ya, negara itu adalah negara kita, Indonesia.


Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR