Skip to main content
Jual VCC PayPal 2 Tahun dan 5 Tahun →



Hampir Semua Startup "Melebarkan Sayap" Ke Ranah Fintech, Ada Apa Gerangan?

Onlenpedia.com | Dunia startup di Indonesia sepertinya mulai 'melebarkan sayap' ke ranah yang kini tengah digandrungi, yakni fintech.

Apa itu fintech?

Fintech atau financial technology adalah layanan berbasis keuangan yang dipadu dengan teknologi berbasis digital. Jadinya layanan keuangan seperti simpan - pinjam, investasi reksa dana, investasi saham, asuransi, dan lain-lain dilakukan secara digital di ranah fintech.

Karena potensinya yang menjanjikan, banyak startup 'raksasa' di Indonesia mulai melebarkan sayap ke ranah fintech. Contohnya bisa dilihat pada GO-JEK yang mengandalkan GO-PAY, Grab yang mengandalkan GrabPay, BukaLapak yang memiliki BukaDompet plus fitur BukaReksa, Tokopedia yang memiliki escrow plus fitur pinjaman modal online, dan lain sebagainya.


Mengapa bisa demikian?



kenapa banyak startup yang melebarkan sayap ke fintech
Penyebab banyak startup melebarkan sayap ke ranah fintech


Apa yang dilakukan startup-startup yang awalnya tidak berbasis fintech namun mulai 'mencicipi' ranah tersebut, tentunya bukan tanpa alasan. Apa yang dilakukan oleh BukaLapak, Tokopedia, GO-JEK, Grab, dan lainnya tentu memiliki tujuan yang pasti -- demi keberlangsungan bisnis mereka. Di tengah persaingan bisnis yang kian ketat, startup-startup besar mulai mencari 'sesuatu yang pasti' seperti ranah fintech.

Berikut ini ada 3 alasan kenapa ada beberapa startup yang melebarkan sayap ke ranah fintech, diantaranya:


1. Potensi pendapatan dari fee / biaya admin

Dua situs marketplace besar di Indonesia, yaitu BukaLapak dan Tokopedia -- saat ini tidak mengenakan fee penjualan kepada para penjual. Mereka pun menggunakan layanan escrow (rekening bersama) milik mereka untuk menambah transaksi lainnya seperti jual-beli pulsa, kuota internet, pembayaran listrik, dan BPJS. Kemudian Tokopedia memiliki fitur pembelian tiket kereta api, dan BukaLapak memiliki fitur reksa dana online bernama BukaReksa.

Dari banyaknya fitur tambahan di atas, mungkin saja ke depannya BukaLapak dan Tokopedia akan mengenakan fee dari tiap-tiap transaksi yang terjadi, baik untuk jual-beli di marketplace, maupun untuk pembayaran lainnya. Jadi dengan memaksimalkan layanan escrow masing-masing, Tokopedia dan Bukalapak memiliki potensi pendapatan yang lebih banyak ke depannya.


2. Terus - menerus / keberlangsungan jangka panjang

Yang namanya bisnis pembayaran secara online melalui escrow memang sedang diminati masyarakat. Bisnis pembayaran ini pun sudah lama dijalankan oleh ritel-ritel kenamaan seperti Alfamart dan Indomaret, meskipun tidak secara online. Namun, pendapatan dari fee dan potensi layanan yang bagus untuk jangka panjang, menjadi daya tarik tersendiri.

Maka dari itu, banyak startup besar di Indonesia yang memiliki layanan pembayaran masing-masing. Mereka melihat potensi dari layanan pembayaran yang memiliki keberlangsungan jangka panjang, yang bagus untuk digarap. Dan mereka seperti 'terinspirasi' dengan kesuksesan besar yang diraih Alipay melalui Alibaba yang merupakan situs ecommerce terbesar di China.


3. Cadangan uang 

Cara untuk 'bertahan hidup' adalah dengan menghimpun dana dari masyarakat, agar memiliki cadangan uang yang besar untuk keberlangsungan bisnis. Maka dari itu, banyak bermunculan lembaga-lembaga keuangan, broker investasi, layanan pembayaran, escrow, dan lain sebagainya.

Setidaknya uang 'milik orang banyak' itu bisa diputar, agar bisa menghasilkan keuntungan, misalnya melalui pinjaman online, dan lain sebagainya.


Baca juga:



'Pesona' dari ranah fintech benar-benar menjadi magnet tersendiri bagi sejumlah startup besar di Indonesia. Apalagi didukung dengan program pemerintah melalui Bank Indonesia yang menggalakkan program GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai), tentu semakin memperlihatkan potensi besar di ranah fintech.

Bagaimana tanggapan anda?


Baca Juga
> Opini Kami Mengenai Sisi Gelap Bisnis Online di Era Sekarang