Skip to main content
Jual VCC Untuk Verifikasi PayPal (2 dan 5 thn)

VLShop - iOSpedia - Klikbanjar - Selebshop - Accgaming - Enpedia - YAADb - Virtual - Syariah - Investasi
© Onlenpedia Blog Network ™

Mengenal Sistem Ekonomi Afrika Selatan, Salah Satu Negara Paling Maju di Benua Afrika

Onlenpedia.com | Sebelumnya kita telah membahas tentang sistem ekonomi di berbagai negara di dunia. Namun, dalam penjelasan sebelumnya -- kita belum mengulas tentang sistem ekonomi negara-negara di benua Afrika. Dan kali ini, kita akan membahas tentang sistem perekonomian salah satu negara di benua Afrika, yakni Afrika Selatan.

Lantas, apa sistem ekonomi yang dianut Afrika Selatan?

Berikut ulasannya!


sistem ekonomi yang dianut afrika selatan negara maju benua afrika
Sistem perekonomian Afrika Selatan / gambar bendera Afrika Selatan


Sistem perekonomian Afrika Selatan

Sebagai negara di benua Afrika, Afrika Selatan tergolong negara yang maju. Meski begitu, pendapatan penduduk di negara ini cukup sederhana, alias tidak setinggi negara maju lainnya.

Kekayaan Afrika Selatan bersumber dari sektor tambang, terutama emas, platinum, dan berlian. Negara ini juga memiliki sistem keuangan, perundangan, telekomunikasi, energi, infrastruktur yang maju dan modern. Kemudian, bursa sahamnya di Johannesburg sangatlah aktif, dan pernah berada di peringkat ke-10 dunia. Tidak heran kalau negara ini tergolong negara yang cukup maju di benua Afrika.

Ketergantungan perekonomian Afrika Selatan terhadap sektor tambang terjadi sejak kedatangan Inggris di negeri Nelson Mandela tersebut. Namun, dalam beberapa dasawarsa terakhir -- Afrika Selatan juga mulai mengandalkan sektor lain, yakni sektor produksi.

Selain sektor produksi, sektor industri di Afrika Selatan juga tergolong sangat maju. Ekonomi Afrika Selatan juga cukup bagus, yakni di peringkat ke-25 terbesar di dunia. Adapun komoditas ekspor utama Afrika Selatan, meliputi:
- alat-alat mesin
- makanan dan peralatan
- bahan kimia
- produk petroliam
- peralatan ilmiah.

Meskipun memiliki ekonomi yang cukup baik, namun wabah HIV yang tinggi menjadi masalah yang cukup pelik di Afrika Selatan. Diperkirakan ada sekitar 4,79 juta penduduknya terjangkit AIDS, dan pemerintahan Afrika Selatan yang baru -- terpaksa mengeluarkan berjuta-juta Rand untuk menangani masalah ini.

Setelah berakhirnya politik Apartheid, Afrika Selatan pun akhirnya membuka perbatasannya. Semenjak itulah sindikat NAPZA internasional telah masuk ke negara tersebut. Dan akhirnya, Afrika Selatan pun menjadi produsen m*riyuana terbesar di dunia.

Negara tetangga Afsel, yakni Zimbabwe -- mengalami pergolakan politik yang cukup hebat. Akibatnya, perekonomian Afrika Selatan kena imbasnya -- dan membuat banyak investor asing khawatir masalah ini akan berpengaruh pada negara tersebut. Di tahun 2002, masalah tersebut menjadi penyebab utama menurunnya nilai mata uang Afrika Selatan, yaitu Rand. Penurunan di tahun tersebut cukup besar, yakni 30% -- meski akhirnya Rand kembali pulih di tahun 2004.

Sebelumnya, banyak akibat negatif yang terjadi lantaran politik Apartheid yang terjadi lebih dari 4 dasawarsa. Salah satu yang utama adalah, kemiskinan yang merajalela di kalangan penduduk kulit hitam di Afrika Selatan. Pada akhir era 1980-an, 16 juta penduduk Afrika Selatan berada di bawah garis kemiskinan. Kemudian ada 2,3 juta orang beresiko kekurangan gizi dan pangan.

Meskipun angka kemiskinan cukup besar, akhirnya pemerintahan kulit hitam Afrika Selatan berhasil mengurangi angka kemiskinan -- yakni dari 42% (1994) -- menjadi 24% (2003).


Fakta-fakta mengenai perekonomian Afrika Selatan

Berikut ini beberapa fakta tentang sistem ekonomi Afrika Selatan, diantaranya:

1. Besarnya PDB berdasarkan KKB (perkiraan 2015) adalah sebesar $ 725.004 miliar. Sedangkan besarnya PDB per kapita berdasarkan KKB adalah sebesar $ 13.215.

2. Besarnya PDB berdasarkan Nominal (perkiraan 2015) adalah sebesar $ 323.809 miliar. Sedangkan besarnya PDB per kapita berdasarkan Nominal adalah sebesar $ 5.902.

3. Indeks Gini di Afrika Selatan tahun 2009 adalah sebesar 63,1 (sangat tinggi).

4. IPM di Afrika Selatan tahun 2013 adalah sebesar 0,658 (menengah).

5. Mata uang Afrika Selatan adalah Rand.


Baca juga:



Itulah dia pembahasan yang cukup singkat mengenai sistem ekonomi yang dianut Afrika Selatan. Rupa-rupanya negara ini masih bergantung pada sektor pertambangan, meskipun dalam beberapa tahun terakhir mulai 'melebarkan sayap' ke sektor produksi dan industri. Tentunya hal ini sangat mirip dengan sistem ekonomi yang dianut Indonesia.

Bagaimana menurut anda?


Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR