--> Skip to main content



Mengenal Sistem Ekonomi Rusia, Salah Satu Negara Maju di Dunia

Onlenpedia.com | Sebagai pecahan dari Uni Soviet, Rusia merupakan salah satu negara paling maju di dunia yang digadang-gadang bakal menjadi 'The Next Super Power' setelah Amerika Serikat.

Lantas, seperti apa sistem ekonomi yang dianut Rusia?

Silahkan lihat ulasannya berikut ini!


sistem ekonomi yang dianut rusia negara maju super power
Sistem ekonomi Rusia / via Pixabay


Sistem perekonomian Rusia

Sebagai salah satu negara maju di dunia yang terletak di benua Eropa, Rusia tergolong negara yang menganut ekonomi pasar, dengan sumber daya alam yang cukup besar, terutama di sektor migas.

Dilansir dari laman Wikipedia, Rusia berada di peringkat ke-15 berdasarkan PDB, kemudian di peringkat ke-6 berdasarkan keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP). Hal itu terjadi sejak awal abad ke-21, di mana konsumsi dalam negeri yang cukup meningkat, dibarengi stabilitas politik yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi positif di Rusia.

Di tahun 2008, pertumbuhan ekonomi di Rusia mengalami perlambatan -- lantaran harga migas yang terpuruk. Namun hal itu tidak mempengaruhi perekonomian Negeri Beruang Merah tersebut. Pada tahun 2010, PDB per kapita Rusia mencapai US$ 19.840 per tahun.

Pertumbuhan ekonomi positif di Rusia didominasi oleh pergerakan jasa non-dagang dan barang untuk pasar domestik. Untuk gaji pegawai / karyawan, rata-rata gaji bulanan di Rusia mencapai $ 967 per bulan (2013), meningkat dari $ 800 (2000). Pada bulan Maret 2014, gaji bulanan rata-rata di Rusia meningkat menjadi $ 980, sedangkan pajak pribadi sebesar 13%.

Angka kemiskinan di Rusia rupanya lumayan tinggi. Ada sekitar 12,8% penduduk yang tinggal di bawah garis kemiskinan nasional (2011). Meski begitu, angka tersebut lebih baik ketimbang angka pengangguran di tahun 1998 yang mencapai 40%. Seiring waktu berjalan, angka pengangguran semakin menurun yakni sebesar 5,45% di tahun 2014. Kemudian untuk jumlah penduduk kelas menengah naik dari 88 juta penduduk (2000) menjadi 104 juta penduduk (2013).

Di sektor ekspor, yang mengandalkan migas, logam, dan kayu -- menyumbang lebih dari 80% ekspor Rusia. Namun sejak 2003, Rusia mulai mengurangi ekspor barang mentah seiring membaiknya pasar domestik.

Meskipun harga energi cukup tinggi, sektor migas hanya menyumbang sebesar 5,7% dari PDB Rusia. Namun pendapatan dari sektor ini mampu meningkatkan cadangan luar negerinya -- dari $ 12 milyar (1999) -- menjadi $ 597,3 milyar (2008), terbesar ketiga di dunia.

Pada masa Menteri Keuangan Alexei Kudrin, kebijakan makro ekonomi Rusia dijalankan dengan cukup baik. Pada masa itu, pendapatan yang berlebih disimpan di Dana Stabilisasi Rusia. Selanjutnya, di tahun 2006, Rusia membayar hampir semua utang-utang besarnya, membuat negara tersebut menjadi salah satu negara dengan utang luar negeri terendah diantara negara-negara besar di dunia.

Cadangan dana dalam bentuk Dana Stabilisasi membantu Rusia untuk bertahan dalam krisis keuangan global, dalam kondisi yang jauh lebih baik daripada yang banyak diperkirakan para ahli. Selain itu, adanya kebijakan pajak yang simpel (2001), mampu meningkatkan pendaptan negara dari sektor tersebut.

Adapun besaran pajak di Rusia sangatlah sederhana, yakni dikenakan tarif flat sebesar 13%. Hal ini menempatkan Rusia sebagai negara dengan sistem pajak pribadi paling menarik ke-2 di dunia setelah Uni Emirat Arab (UEA).

Berdasarkan data yang didapat dari Bloomberg, Rusia dianggap lebih maju ketimbang negara kaya sumber daya alam lainnya, dengan tradisi pendidikan, sains, dan industri yang baik. Negara ini tercatat memiliki tingkat lulusan perguruan tinggi paling bagus diantara negara lainnya di Eurasia (Eropa dan Asia)


Baca juga:



Itulah dia ulasan singkat mengenai sistem ekonomi Rusia yang menganut sistem ekonomi pasar. Sebagai tambahan, kini perekonomian Rusia di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin kian superior, terlebih dengan dukungan sektor industri pertahanan yang sangat maju, yang membuatnya cukup disegani dan dianggap setara dengan Amerika Serikat.

Bagaimana menurut anda?


Baca Juga
> Opini Kami Mengenai Sisi Gelap Bisnis Online di Era Sekarang