Skip to main content

Seperti Apa Sistem Perekonomian Italia? Berikut Ulasannya!

Onlenpedia.com | Apabila anda mendengar nama Italia, pasti di benak anda identik dengan merk Ferrari, Lamborghini, dan Ducati, atau bisa juga identik dengan Serie A, Valentino Rossi, dan lain sebagainya.

Bicara soal Italia, negara ini tergolong sebagai ekonomi yang cukup maju di dunia. Sistem ekonomi yang mereka anut sukses membuat negara ini menjadi negara maju dan termasuk dalam anggota G8.

Lantas, seperti apa sistem ekonomi yang dianut oleh Italia?



sistem ekonomi yang dianut italia negara maju g8 uni eropa
Sistem perekonomian Italia / gambar bendera Italia


Sistem ekonomi Italia

Sama halnya dengan (kebanyakan) negara maju di dunia, Italia adalah negara yang menganut sistem ekonomi liberal (pasar). Kemajuan ekonomi Italia terlihat pada PDB per kapita yang cukup tinggi, dan angka pengangguran yang cukup rendah.

Di tahun 2010, Italia tercatat sebagai negara dengan perekonomian terbesar ke-8 di dunia, dan terbesar ke-4 di Eropa (berdasarkan PDB nominal). Italia juga tercatat sebagai ekonomi terbesar ke 10 di dunia, dan terbesar ke-5 di Eropa berdasarkan keseimbangan kemampuan berbelanja. Italia merupakan negara anggota pendiri G8, zona Euro, dan OECD.

Pasca berakhirnya Perang Dunia II, Italia dengan cepat mentransformasi perekonomiannya, dari yang mengandalkan pertanian -- menjadi negara industri dan perdagangan internasional yang terkemuka di dunia. Kualitas hidup penduduk Italia pun merupakan yang tertinggi ke-8 di dunia (2005), dan Indeks Pembangunan Manusia berada di urutan ke-24 dunia (2005).

Sempat terjadi krisis ekonomi global, namun PDB per kapita Italia masih dekat dengan rata-rata PDB per kapita negara-negara di Uni Eropa. Untuk angka pengangguran, Italia memiliki angka pengangguran terendah di Uni Eropa (8,5%).

Italia juga terkemuka dalam bidang pertanian yang terindustrialisasi (penghasil anggur terbesar di dunia), terkemuka dalam desain busana, peralatan, industri, otomobil bermutu tinggi, dan industri kreatif lainnya.

UKM di Italia merupakan tulang punggung negara. UKM-UKM ini menghasilkan sektor manufaktur yang mampu bersaing dengan Cina, dan ekonomi-ekonomi Asia yang sedang tumbuh, yang berbasis ongkos buruh murah, dengan produk bermutu tinggi. Keunggulan Italia lainnya terletak pada sektor manufaktur produk-produk mewah yang mendunia.

Di sektor ekspor, Italia merupakan negara pengekspor terbesar ke-7 dunia (2009). Mitra dagang utama Italia kebanyakannya adalah negara-negara anggota Uni Eropa, yang menyumbangkan rata-rata 59% keseluruhan perdagangannya. Adapun mitra-mitra dagang yang dimaksud adalah Jerman (12,9%), Perancis (11,4%), dan Spanyol (7,4%).

Selain maju dalam hal pertanian, industri, dan perdagangan, Italia juga maju dalam hal pariwisata. Bidang ini tergolong sebagai sektor yang menguntungkan, dan tumbuh paling cepat bagi perekonomian Italia.

Ada sekitar 43,6 juta wisatawan internasional yang datang ke Italia, dengan taksiran penerimaan sebesar $ 38,8 juta (2010). Italia merupakan negara yang paling sering dikunjungi ke-5 dunia, sekaligus sebagai negara dengan pariwisata tertinggi di dunia.


Sisi buruk perekonomian Italia

Kendati telah mencapai beberapa kemajuan di bidang ekonomi, namun ekonomi Italia sering mengalami masalah. Pernah mengalami pertumbuhan PDB yang kuat di angka 5-6% per tahun (era 1950-an hingga awal 1970-an), terjadi perlambatan progresif di era 1980-an, dan 1990-an. Untuk dasawarsa terbaru, pertumbuhan PDB tahunan tercatat sangat buruk, yakni di angka 1,23%. Padahal rata-rata laju pertumbuhan tahunan Uni Eropa adalah sebesar 2,28%. Artinya laju pertumbuhan PDB Italia berada di bawah rata-rata negara Uni Eropa.

Pertumbuhan ekonomi yang buruk justru diperparah dengan kebijakan politik yang bertujuan untuk membangkitkan ekonomi  Italia. Sayangnya, langkah yang dilakukan adalah dengan belanja pemerintah besar-besaran sejak era 1980-an.

Hal ini malah membuat utang publik menjadi semakin tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Uni Eropa, yaitu Eurostat, utang publik Italia berada di angka 116% dari PDB (2010), membuat Italia menempati peringkat rasio utang terbesar ke-2 setelah Yunani (sebesar 126,8%).

Selain utang publik yang cukup besar, standar kehidupan di Italia memiliki kesenjangan utara-selatan yang cukup signifikan. Rata-rata PDB per kapita di Italia utara jauh melebihi rata-rata PDB per kapita negara-negara di Uni Eropa. Sebaliknya, rata-rata PDB per kapita di Italia Selatan justru di bawah rata-rata Uni Eropa.

Kelemahan perekonomian Italia sebenarnya juga dipengaruhi oleh bentuk geofrafisnya. Selain itu, kekurangan bahan baku, dan minimnya sumber energi juga turut mempengaruhi. Tahun 2006, Italia mengimpor lebih dari 86% dari total konsumsi energinya, yang terdiri dari 99,7% bahan bakar padat, 92,5% minyak, 91,2% gas alam, dan 15% listrik).

Selain faktor-faktor di atas, perlemahan ekonomi Italia juga dipengaruhi oleh minimnya pembangunan infrastruktur, reformasi pasar, rendahnya investasi penelitian, dan tingginya defisit publik. Dalam Indeks Kebebasan Ekonomi (2008), Italia berada di peringkat ke-64 di dunia, dan ke-29 di Eropa, yang merupakan peringkat terendah di Uni Eropa.

Karena perekonomiannya yang memburuk, Italia pun masih menerima bantuan pembangunan dari Uni Eropa setiap tahun. Antara tahun 2000, dan 2006, Italia menerima bantuan sebesar €27,4 miliar dari Uni Eropa.

Birokrasi yang tidak efisien, perlindungan hak milik yang buruk, korupsi yang tinggi, pajak yang besar, dan belanja publik yang mencapai setengah PDB nasional seakan 'melengkapi' penyebab terpuruknya perekonomian Italia.

Italia juga tergolong negara yang 'pelit' untuk mengalokasikan dana riset dan penelitian. Tahun 2006, belanja untuk penelitian dan pengembangan hanya 1,14% dari PDB, atau di bawah rata-
rata Uni Eropa yang sebesar 1,84%. Padahal sasaran dari Strategi Lisboa menganjurkan 3% dari PDB yang digunakan untuk kegiatan penelitian dan riset.

Berdasarkan pernyataan, sebuah perhimpunan bisnis utama di Italia, Confesercenti, 'kejahatan terorganisir' di Italia mewakili "segmen terbesar ekonomi Italia", mencapai €90 miliar penerimaan atau 7% dari PDB Italia.


Baca juga:



Itulah dia pembahasan mengenai sistem ekonomi yang dianut Italia, yaitu sistem ekonomi liberal. Meskipun sempat mengalami kemajuan ekonomi yang signifikan, namun sistem yang buruk membuat perekonomian Italia kian terpuruk. Tentunya ada kesamaan yang cukup terlihat di Italia dan Indonesia yang menyebabkan keterpurukan, yakni korupsi yang merajalela.

Bagaimana menurut anda?


(Sumber: Wikipedia.org)


Baca Juga
[NEW] Daftar situs penyedia dropship