--> Skip to main content



3 Alasan Kenapa Anda Harus Melakukan "Diversifikasi Pendapatan"

Onlenpedia.com | Diversifikasi memiliki arti 'penyebaran' atau 'pembagian'. Kalau dikaitkan dengan pendapatan, maka 'diversifikasi pendapatan' memiliki makna 'penyebaran/pembagian sumber pendapatan dari beberapa bidang'. Artinya sumber pendapatan tak hanya dari 1 bidang, melainkan dari beberapa bidang yang berbeda.

Bicara soal diversifikasi pendapatan, ada yang menganggapnya bagus -- ada pula yang menganggapnya tidak bagus. Untuk yang beranggapan 'tidak bagus' -- kemungkinan menganggap diversifikasi sebagai penyebab tidak fokusnya seseorang dalam satu bidang.

Pendapat di atas tidaklah salah, karena totalitas dalam satu bidang juga sangat bagus. Namun, kalau berdasarkan opini admin -- totalitas dalam satu bidang sangatlah beresiko apabila bidang yang ditekuni (suatu saat) tidak menjanjikan lagi. Maka dari itu, admin onlenpedia.com menyarankan agar anda melakukan diversifikasi pendapatan -- guna menghadapi berbagai kemungkinan terburuk.

Adapun opini admin mengenai diversifikasi pendapatan bukan tanpa alasan. Setidaknya admin memiliki 3 alasan kenapa anda harus melakukan 'diversifikasi' dalam mencari sumber pendapatan.

Lantas, apa saja alasan yang dimaksud?


alasan melakukan diversifikasi sumber pendapatan
Kenapa harus melakukan 'diversifikasi pendapatan'?



1. 'Membagi pendapatan' sama dengan 'membagi resiko ('menaruh telur di banyak keranjang')'

Membagi / menyebarkan sumber pendapatan bukan berarti menunjukkan kerakusan. Melakukan 'diversifikasi pendapatan' menunjukkan seseorang sudah cukup bijak dalam melakukan 'pembagian resiko'.

Ketika anda memutuskan 'menyebar' pendapatan anda ke beberapa bisnis, misalnya bisnis A, bisnis B, dan bisnis C, maka resiko kerugian pun akan terbagi. Anggap saja ada masa di mana bisnis A dan bisnis B sedang terpuruk, ternyata masih ada bisnis C yang mampu memberikan pemasukan yang bagus. Begitu pun sebaliknya, ketika bisnis B dan bisnis C sedang terpuruk, maka masih ada bisnis A yang memberikan sinyal positif bagi pendapatan anda.

Seperti kata pepatah, "taruhlah telur di banyak keranjang, niscaya ketika 1 keranjang jatuh -- masih ada keranjang lain yang memiliki telur. Sebaliknya, apabila anda menaruh semua telur di 1 keranjang, ketika keranjang jatuh -- maka anda akan kehilangan semua telur anda".


2. 'Membagi pendapatan' berpotensi 'melipatgandakan pendapatan'

Selain membagi resiko, diversifikasi juga memiliki potensi untuk melipatgandakan pendapatan.

Kalau pada poin pertama menjelaskan tentang kemungkinan terburuk -- yakni kegagalan dari bisnis A, bisnis B, atau bisnis C, maka poin kedua ini menjelaskan tentang kemungkinan terbaik, yakni semua bisnis (A, B, dan C) berjalan dengan baik.

Apabila hal itu benar-benar terjadi, maka pendapatan anda akan berlipat ganda. Selain itu, apabila laba bersihnya di atas ekspektasi, maka keuntungan anda semakin melangit.


3. Melatih anda untuk menjadi sosok yang 'multi tasking'

Sifat fokus dalam berbisnis memang bagus. Namun ketika bisnis A (sudah) berjalan dengan baik (stabil), anda juga perlu membangun bisnis lain -- anggap saja bisnis B dan bisnis C -- agar anda terlatih dalam memanajemen berbagai hal (multi tasking).

Apakah menjadi pribadi yang multi tasking itu bagus?

Sesungguhnya menjadi spesialis jauh lebih baik ketimbang menjadi sosok multi tasking. Hanya saja, ada kemungkinan (di masa depan) kalau spesialisasi anda (bakalan) tidak menjanjikan lagi. Alhasil, anda pun tidak memiliki spesialisasi bidang lain, ketika 'satu-satunya' spesialisasi anda tidak menghasilkan lagi.

Sebagai contoh, di era '90-an -- anggap saja ada pemuda bernama Ajie yang memiliki spesialisasi dalam memperbaiki mesin ketik. Ajie pun sukses menghasilkan uang dari bidang yang dikuasainya dalam kurun waktu yang lama.

Namun, seiring waktu berjalan -- ketika kita hidup di era millenial, maka kebutuhan akan mesin ketik telah tergantikan oleh komputer. Alhasil, keahlian Ajie pun tidak menghasilkan lagi bagi dirinya. Dan parahnya lagi, Ajie adalah seseorang yang 'kolot' -- alias hanya fokus pada spesialisasinya dan enggan mempelajari hal-hal baru. Akhirnya, Ajie pun tenggelam dalam idealismenya dan tidak menyadari pentingnya mempelajari hal lain ketika perubahan jaman terjadi.


Baca juga:



Itulah dia pemaparan singkat mengenai 3 alasan kenapa anda harus melakukan diversifikasi pendapatan. Hal itu penting dilakukan, mengingat banyak kemungkinan terburuk yang terjadi -- apabila anda hanya fokus ke satu bidang. Ingat, "taruhlah telur di banyak keranjang, niscaya ketika 1 keranjang jatuh -- masih ada keranjang lain yang memiliki telur. Sebaliknya, apabila anda menaruh semua telur di 1 keranjang, ketika keranjang jatuh -- maka anda akan kehilangan semua telur anda".

Semoga bermanfaat!


Baca Juga
> Opini Kami Mengenai Sisi Gelap Bisnis Online di Era Sekarang