Skip to main content
Jual Saldo PayPal dan Amazon Gift Card

VLShop - iOSpedia - Klikbanjar - Selebshop - Accgaming - Enpedia - YAADb - Virtual - Syariah - Investasi
© Onlenpedia Blog Network ™

Mengenal Sistem Ekonomi Turki, Salah Satu Negara di Benua Eropa

Onlenpedia.com | Setelah sebelumnya membahas tentang sistem ekonomi Perancis, kali ini kita akan mengulas tentang sistem ekonomi negara Eropa lainnya, yakni Turki.

Lantas, seperti apakah sistem ekonomi yang dianut Turki?


sistem ekonomi yang dianut turki negara maju eropa
Sistem perekonomian Turki / gambar bendera Turki


Sistem perekonomian Turki

Perekonomian Turki merupakan salah satu perekonomian negara berkembang yang mendekati maju (emerging market) menurut IMF (International Monetary Fund). Namun berdasarkan CIA World Factbook, Turki merupakan salah satu negara maju di dunia.

Selain digolongkan sebagai negara mendekati maju (oleh IMF), dan negara maju (oleh CIA World Factbook), Turki merupakan negara dengan PDB (berdasarkan nominal) terbesar ke-18 di dunia. Kalau dilihat dari PDB berdasarkan PPP, Turki berada di peringkat ke-17 di dunia.

Meskipun tergolong negara kecil, Turki merupakan produsen terkemuka dunia dalam produk pertanian, tekstil, kendaraan bermotor, kapal, sarana transportasi, bahan bangunan, elektronik konsumen, dan peralatan rumah tangga. Turki juga merupakan anggota pendiri OECD (1961) dan G-20 (1999). Pada 31 Desember, Turki tercatat sebagai anggota Serikat Pabean Uni Eropa.


Fakta-fakta mengenai perekonomian Turki

Berikut ini beberapa fakta mengenai sistem ekonomi Turki, antara lain:

1. Total PDB berdasarkan PPP (perkiraan 2017) adalah sebesar $ 1,756 triliun, sedangkan PDB per kapita berdasarkan PPP adalah sebesar $ 22.021.

2. Total PDB berdasarkan Nominal (perkiraan 2015) adalah sebesar $ 0,861 triliun, sedangkan PDB per kapita berdasarkan Nominal adalah sebesar $ 11.014.

3. Mata uang Turki adalah Lira Turki.

4. Besar inflasi di Turki adalah 6,57% (April 2016).

5. Jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan sebesar 16,9% (2010).

6. Besarnya koefisien Gini adalah 0,39 (2014).

7. Jumlah angkatan kerja di Turki sebanyak 30,2 juta orang (2016), sekitar 1,2 juta warga Turki bekerja di luar negeri.

8. Angka pengangguran di Turki sebesar 11,8% (Oktober 2016).


9. Rata-rata gaji kotor di Turki sebesar $ 12.000 per tahun (2015), rata-rata gaji bersih sebesar $ 8.000 per tahun (2015).

10. Industri utama di Turki meliputi:
- tekstil
- pengolahan makanan
- otomotif
- elektronik
- pariwisata
- pertambangan (batu bara, minyak bumi, kromat, tembaga, boron)
- baja
- perkayuan
- konstruksi
- kertas.

11. Peringkat kemudahan melakukan bisnis di Turki adalah yang ke-69 di dunia (2017).

12. Total ekspor Turki mencapai $ 150,1 miliar (peringkat 28) (2016), dengan komoditas ekspor meliputi pakaian, bahan makanan, tekstil, manufaktur logam, dan sarana transportasi. Adapun negara tujuan ekspor utama Turki meliputi:
- Jerman
- Britania Raya
- Irak
- Italia
- Amerika Serikat
- Perancis.

13. Total impor Turki mencapai $ 197,8 miliar (peringkat 22) (2016), dengan komoditas impor meliputi mesin, kimia, barang setengah jadi, bahan bakar, dan sarana transportasi. Adapun negara asal impor utama Turki meliputi:
- China / Tiongkok
- Jerman
- Rusia
- Amerika Serikat
- Italia.

14. Modal investasi langsung asing di Turki mencapai $ 198,4 miliar (peringkat ke-27) pada 31 Desember 2016. Sedangkan utang kotor luar negeri Turki mencapai $ 410,4 miliar (peringkat ke-30).

15. Besarnya utang publik Turki mencapai 30,4% dari GDP (2016).

16. Besarnya pendapatan Turki mencapai $ 225 miliar (2015), dengan beban sebesar $ 234 miliar (2015).

17. Turki merupakan negara paling dermawan di dunia, negara donor terbesar ke-2 di dunia (berdasarkan volume), dan negara donor terbesar ke-1 dunia (berdasarkan persentase GNI).

18. Cadangan mata uang asing di Turki mencapai $ 135,638 miliar (Desember 2013).


Baca juga:



Itulah dia pembahasan singkat mengenai sistem ekonomi yang dianut Turki. Tampak jelas kalau perekonomian Turki berada sedikit di atas Indonesia. Namun, bukan tidak mungkin kalau Indonesia (suatu saat) mampu mengejar perekonomian negara dengan penduduk mayoritas muslim tersebut.

Bagaimana menurut anda?


Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR

LIHAT JUGA:

Cara menjadi reseller produk virtual di VLShop-Onlenpedia, GRATIS dan TANPA MODAL