Skip to main content
Jual VCC Untuk Verifikasi PayPal (2 dan 5 thn)

VLShop - iOSpedia - Klikbanjar - Selebshop - Accgaming - Enpedia - YAADb - Virtual - Syariah - Investasi
© Onlenpedia Blog Network ™

3 Hal yang Membuat Startup Kecil Tak Mampu Bersaing Dengan Startup Besar

Onlenpedia.com | Persaingan bisnis startup kian ketat saja, apalagi kalau startup-startup tersebut bergerak dalam bidang (niche) yang sama. Di sinilah terlihat adanya persaingan 'tidak sehat' -- di mana startup bermodal besar 'tak memberi kesempatan' startup kecil untuk berkembang. Mereka cenderung melakukan hal-hal yang -- bagi startup kecil mustahil untuk dilakukan. Akibatnya, startup kecil pun mulai berguguran satu-persatu lantaran kalah bersaing.

Lantas, apa sajakah hal-hal 'mustahil' yang dimaksud?

Berikut ini ada 3 hal yang dilakukan startup besar yang membuat startup kecil tak mampu bersaing, diantaranya:


hal yang menyebabkan startup kecil tak mampu bersaing dengan startup besar
Persaingan dunia startup yang semakin menjadi / image via Pixabay


1. Banting harga yang 'keterlaluan'

Persaingan harga merupakan hal krusial yang mampu memenangkan hati konsumen. Semakin harga dibanting, maka semakin banyak konsumen / pembeli yang berdatangan. Hal itu juga berlaku dalam dunia startup, di mana startup yang berani banting harga -- maka dialah yang jadi pemenangnya.

Contoh nyata bisa dilihat dalam persaingan startup ojek on demand. Tiga pemain besar dengan modal fantastis, yaitu GO-Jek, Uber, dan Grab merupakan startup yang (paling) berani banting harga (meski tak meraup keuntungan).

Tujuan mereka banting harga adalah agar bisa mendatangkan konsumen lebih banyak (akuisisi pengguna). Akibatnya, startup ojek on demand bermodal kecil harus siap kalah bersaing dan collapse.

Image via Tirto.id


2. Promo yang tak masuk akal

Sudah pusing dengan harga yang super murah, startup kecil kembali harus gigit jari melihat promo tak masuk akal dari startup besar.

Dengan kekuatan dana besar dari investor, startup-startup besar kembali 'bakar duit' untuk melakukan berbagai promosi, misalnya promo diskon, beli 3 gratis 1, free ongkir, dan promo harga nego.

Semua itu merupakan kegiatan 'subsidi' yang mereka lakukan agar mendapatkan banyak pengguna, namun dengan 'mengabaikan' keuntungan / laba. Bagi mereka yang penting mendapatkan banyak pengguna, urusan keuntungan akan mengiringi untuk jangka panjang. Dan akibatnya, banyak startup bermodal kecil tak mampu melakukan hal serupa dan akhirnya gulung tikar.


3. 'Membajak' karyawan / mitra bisnis startup kecil

Ini yang lebih parah lagi. Ketika startup kecil susah payah mendapatkan karyawan ataupun mitra bisnis (seperti pelapak, tukang ojek, dll), maka startup besar dengan seenaknya membajak mereka dengan iming-iming gaji ataupun bonus yang lebih besar.

Yang namanya karyawan / mitra bisnis tentu akan memilih sesuatu yang lebih besar, baik gaji, bonus, maupun prospek (kelangsungan hidup) perusahaan yang mereka pilih. Alhasil, kemungkinan besar mereka lebih memilih startup besar ketimbang startup kecil.

Baca juga:



Itulah dia 3 hal yang membuat startup bermodal kecil kalah bersaing dengan startup bermodal besar. Melihat 3 hal di atas, terlihat jelas kalau persaingan startup mulai tidak sehat, lantaran banyak startup besar yang suka 'bakar duit' investor.

Bagaimana menurut anda?


Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR