--> Skip to main content
Jual Database Supplier, Hanya Rp 35.000



Berikut ini 8 Produk Investasi Syariah yang Wajib Anda Ketahui

Onlenpedia.com | Bagi anda yang menerapkan prinsip syariah dalam kehidupan anda, anda perlu membaca artikel yang satu ini. Kali ini kita akan mengulas tentang produk investasi syariah yang bisa anda pertimbangkan untuk keperluan investasi anda.

Lantas, apa saja produk investasi syariah yang dimaksud?

Berikut ini akan dipaparkan tentang 8 produk investasi syariah yang wajib anda ketahui, diantaranya:


daftar produk investasi syariah yang harus anda ketahui
Produk investasi syariah / image via Pixabay


1. Investasi emas

Investasi emas merupakan salah satu investasi yang paling diminati masyarakat Indonesia. Selain simpel, investasi ini juga tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Investasi emas juga sangat dianjurkan -- karena nilai emas akan naik untuk jangka panjang. Dengan karakteristik tersebut, tentu 'menabung' emas akan mampu mengimbangi inflasi yang terus terjadi. Daripada menyimpan uang, lebih baik menyimpan emas -- karena kalau menyimpan uang -- nilainya akan terus menurun seiring inflasi.


2. Investasi properti

Senada dengan investasi emas, investasi properti juga cukup simpel dan tentunya tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Selain itu, produk properti sifatnya produktif alias menghasilkan uang apabila disewakan.

Untuk nilai jualnya, semakin lama properti 'mengendap' -- maka nilai jualnya akan semakin tinggi.


3. Saham syariah

Berinvestasi pada saham syariah juga bagus untuk anda yang ingin menerapkan prinsip ekonomi syariah. Tak seperti saham konvensional, saham syariah merupakan saham dari usaha-usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariat Islam.

Adapun contoh saham syariah adalah saham-saham dari perusahaan konsumer, seperti saham Indofood, Garuda Food, dan lain sebagainya.


4. Berinvestasi pada real bisnis

Berinvestasi pada real bisnis juga termasuk investasi syariah, asalkan usaha yang dijalankan tidak bertentangan dengan prinsip syariat Islam.

Jika membeli properti atau emas terlalu lama untuk meraup keuntungan, maka anda bisa berinvestasi pada bisnis real. Di sini yang akan kita contohkan adalah bisnis kuliner.

Seperti yang kita tahu, bisnis kuliner merupakan bisnis yang paling cepat menghasilkan. Selain itu, bisnis ini juga memiliki 'ketahanan' terhadap krisis ekonomi, dan tentunya bagus untuk jangka panjang.

Sebagai tambahan, dalam berinvestasi di bisnis real -- usahakan untuk mencari partner yang memiliki reputasi bagus, misalnya jujur, rajin, ulet, dan memiliki jiwa bisnis yang teruji. Tujuannya agar uang yang anda investasikan berada di tangan yang tepat.


5. Asuransi syariah

Selama ini kita mengenal asuransi konvensional yang diterbitkan oleh banyak lembaga keuangan. Ketahuilah, sebenarnya dalam investasi syariah juga mengenal yang namanya asuransi syariah.

Perlu anda ketahui, ada perbedaan yang cukup signifikan antara asuransi konvensional dengan asuransi syariah. Dalam asuransi konvensional, nasabah membeli perlindungan dari perusahaan asuransi dan premi yang dibayar oleh nasabah jadi hak milik perusahaan asuransi. Kemudian, klaim dibayarkan dari rekening dana perusahaan asuransi. Sedangkan dalam asuransi syariah, dana yang terkumpul menjadi hak seluruh peserta asuransi dan premi yang dibayarkan tetap jadi milik nasabah. Dana titipan dari nasabah hanya dikelola perusahaan asuransi, dan hasilnya dibagi sesuai sistem bagi hasil (nisbah) yang sudah disepakati.

Asuransi syariah juga memiliki makna saling tolong-menolong antar nasabah. Siapa yang mendapat musibah, maka dia-lah yang akan menggunakan dana asuransi tersebut. Sedangkan yang lainnya memiliki prinsip kerelaan, sesuai akad di awal.

Perlu anda ketahui, dalam asuransi syariah ada yang namanya rekening dana kebajikan yang berguna untuk peserta asuransi yang terkena musibah. Dana ini berasal dari sebagian premi para nasabah yang dialokasikan untuk rekening tersebut.


6. Tabungan dan deposito syariah

Dalam perbankan syariah, tabungan dan deposito syariah dinamakan mudharabah. Mudharabah sendiri merupakan perjanjian antara nasabah sebagai pemilik modal, dengan bank sebagai pengelola modal untuk memperoleh keuntungan.

Adapun keuntungan yang didapat bukan berupa bunga, melainkan sistem bagi hasil dari usaha yang dijalankan menggunakan modal tersebut. Sedangkan pembagiannya dilakukan berdasarkan nisbah, dan besarnya keuntungan berdasarkan kinerja usaha.

Dalam perbankan syariah, tabungan dan deposito digolongkan sebagai investasi, bukan simpanan. Alhasil, tidak ada sistem bunga dan biaya administrasi.


7. Reksa dana syariah

Untuk mengetahui apa itu reksa dana, silahkan baca di:


Seperti halnya investasi konvensional, investasi syariah juga memiliki produk bernama reksa dana. Namun, terdapat perbedaan antara reksa dana konvensional dan reksa dana syariah, yakni dalam reksa dana syariah -- investasi dilakukan oleh manajer investasi dengan mempertimbangkan keuntungan serta kehalalan produk investasi. Jadi, hasil investasinya akan bersih dari riba dan unsur lain yang tidak halal.

Perlu anda ketahui, ada 2 jenis reksa dana syariah, yakni reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran. Adapun pengembalian investasi reksadana syariah bervariasi, antara 11 hingga 23 persen per tahun. Dan harga reksadana syariah lebih stabil dibandingkan reksadana konvensional.


8. Tabungan pendidikan

Produk investasi syariah yang terakhir adalah tabungan pendidikan. Biasanya produk tabungan ini disediakan oleh perbankan syariah yang ada di Indonesia.

Sesuai namanya, tabungan pendidikan merupakan tabungan yang ditujukan untuk masa depan (pendidikan). Tabungan ini memiliki dasar / prinsip mudharabah muthlaqah, dengan periode tabungan 1 hingga 20 tahun.


Baca juga:



Sesuai namanya, investasi syariah merupakan investasi yang tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Tujuannya, agar investasi anda jauh dari kemudharatan, demi kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Pertanyaannya sekarang, produk investasi syariah manakah yang akan anda pilih?

Silahkan berikan jawaban anda di kolom komentar!


(Dilansir dari berbagai sumber)


Baca Juga
> Opini Kami Mengenai Sisi Gelap Bisnis Online di Era Sekarang