Skip to main content
Jual VCC Untuk Verifikasi PayPal (2 dan 5 thn)

VLShop - iOSpedia - Klikbanjar - Selebshop - Accgaming - Enpedia - YAADb - Virtual - Syariah - Investasi
© Onlenpedia Blog Network ™

Berikut ini 3 Karakteristik Bisnis yang Menguntungkan, Coba Pahami!

Onlenpedia.com | Bisnis yang menguntungkan adalah jenis bisnis yang paling banyak dicari orang-orang. Hal itu dikarenakan tujuan semua orang menjalankan bisnis adalah, untuk meraup keuntungan -- bukan kerugian.


Dari sekian banyak bisnis yang ada di muka bumi, ada beberapa yang menguntungkan -- ada pula yang tidak.

Banyak parameter yang mempengaruhi suatu bisnis, apakah akan menguntungkan atau tidak.

Nah, bagi anda yang ingin mengenal 'ciri khas' bisnis yang menguntungkan, di sini akan dipaparkan karakeristik dari bisnis yang demikian.

Adapun karakteristik bisnis yang menguntungkan terdiri dari 3 macam, diantaranya:


karakteristik bisnis yang menguntungkan seperti apa
Karakteristik / ciri bisnis yang menguntungkan / ilustrasi via Pixabay


1. Bisnis yang menunjang kebutuhan pokok manusia

Bisnis yang menguntungkan adalah bisnis yang 'gak ada matinya'.

Selama manusia masih hidup, maka bisnis tersebut akan terus berjalan dan menghasilkan keuntungan bagi si pebisnis.

Ya, bisnis yang demaksud adalah -- bisnis yang menunjang kebutuhan pokok manusia.

Artinya, bisnis yang menjual produk / jasa yang sesuai dengan kebutuhan utama manusia.

Untuk itulah, anda harus mengidentikasi berbagai kebutuhan pokok manusia dan kebutuhan tambahan yang 'berevolusi' menjadi kebutuhan pokok, sebelum anda menentukan suatu bisnis


Adapun contoh kebutuhan pokok manusia, meliputi:

- Makan dan minum

- Sandang / pakaian

- Papan / rumah.


Sedangkan contoh kebutuhan tambahan yang 'berevolusi' jadi kebutuhan pokok, terdiri dari:

- Televisi

- Perabotan rumah tangga

- Pulsa dan kuota internet

- Handphone

- Kendaraan

dan lain-lain.


Melihat beberapa kebutuhan di atas, anda tentu sudah mendapatkan gambaran -- bisnis apa yang paling cocok untuk mengakomodir kebutuhan pokok manusia?

Silahkan anda cari jawabannya, kemudian segera praktekkan!


Baca juga:



2. Bisnis yang pasarnya luas

Ada yang bilang bisnis yang pasarnya luas -- kurang bagus untuk dijalankan, lantaran terlalu banyak pesaing.

Menurut mereka, lebih baik menjalankan bisnis yang pasarnya kecil namun tertarget, agar minim pesaing.

Apakah hal itu benar adanya?


Sulit memang mengatakan SALAH atau BENAR-nya pendapat di atas.

Namun pendapat di atas 'kesan'nya seperti ingin MENGHINDARI persaingan.

Padahal hal itu sangatlah keliru.


Persaingan adalah HAL yang WAJIB dalam berbisnis.

Lebih baik menerima persaingan di awal -- agar lebih siap, daripada tidak mau bersaing sama sekali.

Toh, meskipun bisnis yang dijalankan -- menargetkan pangsa yang kecil (namun tertarget) dan minim pesaing, lambat-laun apabila bisnis tersebut menjanjikan -- maka akan banyak pebisnis yang meniru model bisnis tersebut.

Hasilnya, perlahan tapi pasti -- bisnis tersebut akan dikerumuni oleh banyak pemain.

Dan, akhirnya persaingan pun semakin ketat.


Jadi, intinya sama saja antara menggarap pasar yang luas dan pasar yang kecil (tertarget).

Ujung-ujungnya, persaingan pasti tak akan terhindarkan.


Lantas, apa saja bisnis yang pangsa pasarnya luas namun menjanjikan?

Berikut ini admin contohkan beberapa diantaranya:

- Bisnis kuliner

- Jual sembako

- Jasa potong rambut

- Bengkel

- Toko bangunan

- Jual pulsa / kuota internet.

Dapat dilihat kalau pangsa pasar bisnis di atas adalah semua kalangan -- alias pangsa pasarnya luas.


Coba bandingkan dengan contoh bisnis yang pangsa pasarnya kecil (tertarget) berikut ini:

- Toko alat musik

- Toko aksesoris sepeda

- Salon mobil

- Jasa reparasi helikopter.


Untuk pangsa pasar yang luas, sebanyak apapun pesaingnya -- pasti sama-sama laku.

Kalau pangsa pasarnya kecil (tertarget), ada titik di mana ketika pesaingnya terlalu banyak (jenuh), akan ada pengusaha yang gulung tikar.


3. Bisnis yang tidak terpengaruh krisis / penurunan daya beli masyarakat

Bisnis apa lagi yang menguntungkan?

Jawabannya adalah, bisnis yang tidak terpengaruh dengan krisis ekonomi dan penurunan daya beli masyarakat.

Meskipun ekonomi sedang lesu, masyarakat masih tetap membeli produk / jasa dari bisnis tersebut.


Lantas, apa saja contohnya?

Berikut ini beberapa contoh usaha yang tak terpengaruh krisis, diantaranya:

- Jualan sembako

- Jasa potong rambut

- Bengkel

- Jualan pulsa.

Contoh bisnis di atas akan tetap 'hidup' meski krisis ekonomi terjadi.

Hal itu karena bisnis di atas merupakan bisnis yang mengakomodir kebutuhan utama manusia.


Untuk bisnis yang lesu lantaran penurunan daya beli masyarakat, biasanya bisnis yang demikian menjual produk / jasa 'non prioritas' bagi masyarakat.

Alhasil, ketika krisis terjadi -- masyarakat akan berfikir 1000 kali sebelum membeli produk / jasa tersebut.

Sebaliknya, apabila produk / jasa yang dijual adalah produk prioritas, maka masyarakat 'mau tidak mau' pasti membelinya.


Baca juga:



Itulah dia ulasan singkat mengenai 3 karakteristik bisnis yang menguntungkan.

Pahami tiap-tiap karakteristiknya, dan segera jalankan bisnis yang menguntungkan -- yang sudah dijelaskan di atas.


Sebagai tambahan, jangan lupa untuk membaca artikel menarik berikut ini:


Baca juga:



Semoga bermanfaat!



Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR