Skip to main content
Jual VCC Untuk Verifikasi PayPal (2 dan 5 thn)

VLShop - iOSpedia - Klikbanjar - Selebshop - Accgaming - Enpedia - YAADb - Virtual - Syariah - Investasi
© Onlenpedia Blog Network ™

Persaingan Bisnis Kuliner Kian Ketat, Bagaimana Cara Menghadapinya? (Khusus Untuk Pebisnis Kuliner)

Onlenpedia.com | Semakin menjanjikan suatu bisnis, maka persaingannya pun pasti semakin ketat.

Hal itu berlaku juga dalam bisnis kuliner.


Dewasa ini, depot-depot kuliner kian menjamur saja (di setiap wilayah).

Hal itu menandakan banyak orang yang sudah 'menyadari' potensi bisnis kuliner sebagai bisnis yang menjanjikan dan tahan terhadap krisis, sehingga tidak sedikit orang yang mulai menjalankan bisnis tersebut.

Bahkan ada juga pengusaha yang awalnya menjalankan bisnis non kuliner, akhirnya 'pivot' dan menjalankan bisnis kuliner.

Istilahnya, "semua akan kuliner pada waktunya..."


Lantas, bagaimana cara menghadapi persaingan bisnis kuliner yang kian ketat ini?


cara menghadapi persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat
Tips menghadapi persaingan ketat bisnis kuliner / image via Pixabay


Cara menghadapi persaingan bisnis kuliner yang kian ketat

Dalam bisnis kuliner, persaingan amatlah ketat.

Meskipun ketat, tapi tetap saja -- tiap-tiap pemilik bisnis pasti mendapatkan pembeli / pelanggan.

Hal itu tak lepas dari sifat bisnis kuliner yang menunjang kebutuhan paling dasar manusia, yakni makan dan minum.


Meskipun tiap-tiap pebisnis kuliner memiliki pembeli (tak pernah tak laku), namun ke depannya persaingan pasti akan tambah ketat.

Akan ada banyak pebisnis kuliner baru yang bermunculan -- sehingga akan banyak penjual yang memperebutkan 'jatah pembeli' yang sudah ada.

Istilahnya, 'potongan kue kue' (baca: rezeki) akan terbagi-bagi ke banyak penjual.

Kalau hal ini terus dibiarkan, maka penghasilan akan semakin sedikit lantaran terbaginya rezeki.

Alhasil, mau tak mau anda harus menjadi 'pemenang' dalam bisnis ini -- agar penghasilan anda tetap stabil -- meski pesaing anda terus bertambah.


Lantas, bagaimana caranya menghadapi persaingan bisnis kuliner yang kian ketat ini?

Langsung saja, berikut ini ada 3 cara yang bisa anda terapkan pada bisnis kuliner anda, antara lain:


1. Rasa produk yang selalu diingat konsumen

Produk kuliner sangat erat kaitannya dengan rasa dari produk tersebut.

Semakin nikmat dan pas di lidah konsumen, maka bisnis kuliner tersebut berpotensi menjadi 'pemenang'.


Ketahuilah, pembeli yang membeli produk kuliner biasanya akan membeli lebih dari sekali (langganan).

Apabila mereka suka dengan produk / menu kuliner yang anda jual, maka mereka akan menjadi pelanggan setia anda.


Jadi, untuk memenangkan persaingan bisnis kuliner -- yang paling diperhatikan adalah soal RASA.

Sering-seringlah bereksperimen dengan menu yang anda jual, kemudian ciptakan rasa yang paling enak.

Selanjutnya, minta penilaian dari orang-orang terdekat anda (teman, kerabat, kenalan, dll) mengenai rasa dari menu yang anda buat.

Apabila rasa produk anda masih 'biasa-biasa saja', maka akan sulit bagi anda untuk memenangkan persaingan.

Sebaliknya, apabila rasanya 'luar biasa', maka potensi bisnis anda untuk sukses akan semakin besar.


Selain berekperimen dengan rasa dari menu yang sudah ada, anda juga perlu bereksperimen untuk menciptakan menu-menu baru.

Siapa tahu, menu baru yang anda ciptakan berpotensi laku keras ketimbang menu yang sudah ada.

Intinya, teruslah bereksperimen dengan produk yang anda jual -- baik produk lama ataupun produk baru.


2. Harga yang menyesuaikan persaingan pasar

Persaingan bisnis yang kian ketat, biasanya akan 'merembet' ke persaingan harga.

Persaingan harga mengartikan kalau banyak pebisnis yang berani membanting harga serendah mungkin, agar bisa memenangkan persaingan.


Bagaimana menyikapi?

Melihat fenomena banting harga yang gila-gilaan, maka tugas anda adalah untuk terus meriset harga pasar dari produk/menu yang anda jual (di tempat pesaing-pesaing anda).

Anda tidak harus mengikuti harga terendah, apabila rasa dari menu yang anda jual 'luar biasa' (poin pertama).

Selain itu, harga yang terlalu murah terkesan agak 'murahan' dan sangat tidak bagus untuk bisnis anda ke depannya.


Jadi tentukan harga produk kuliner anda menyesuaikan harga pasar, namun hindari mengikuti sama persis dengan harga jual terendah di pasaran.

Sedikit di atas harga termurah tentu tak terlalu buruk.


3. Manfaatkan media sosial untuk memviralkan bisnis kuliner anda

Manfaatkanlah media sosial untuk mempromosikan atau bahkan memviralkan bisnis kuliner anda.

Biasanya media sosial yang tepat untuk hal ini adalah Instagram. Hal itu dikarenakan Instagram lebih menonjolkan konten foto, dan orang-orang lebih tertarik dengan gambar daripada tulisan.


Adapun cara untuk mempromosi bisnis / produk kuliner anda melalui Instagram bisa dilakukan dengan langkah-langkah di bawah ini:

- Buat akun Instagram baru dengan nama usaha kuliner anda.

- Sertakan foto profil berupa logo bisnis anda (ke depannya bagus untuk branding).

- Selanjutnya posting foto produk-produk yang anda jual, usahakan dengan kamera beresolusi bagus.

- Sertakan caption foto yang menarik, dan sertakan hashtag (#) yang berhubungan dengan bisnis yang anda jalankan (misalnya: #kulinersolo, #ayambakarsolo, #kulinermurah, dll)

- Follow akun orang-orang yang ada di kota tempat usaha anda berdomisili, sembari berharap mereka mengecek timeline anda dan memfollback anda.

- Untuk efektifnya lagi, anda bisa menggunakan jasa endorsement dari akun buzzer yang berkaitan dengan dunia kuliner (contohnya di kota admin yaitu @banjarmasinfood), nantinya mereka akan memposting produk anda dan dilihat oleh follower mereka yang jumlahnya puluhan ribu hingga jutaan orang (recommended).

- Agar bisa menjadi viral, anda bisa mengadakan kontes-kontes kecil berhadiah, misalnya kontes foto bersama produk kuliner anda.

- Atau anda juga bisa melakukan promosi seperti makan gratis bagi orang-orang yang ultah pada tanggal tertentu.

Semuanya disesuaikan dengan kreativitas anda dalam mempromosikan bisnis kuliner via media sosial.


Baca juga:



Ketika persaingan bisnis semakin ketat, maka mau tak mau anda harus menjadi pemenang -- agar penghasilan anda tetap stabil (atau bahkan meningkat).

Apabila anda berfikir santai dan membiarkan pesaing-pesaing anda 'bergerak', maka tunggu-lah saat-saat 'kehancuran' bisnis anda akan terjadi di depan mata anda.

Jadi tetaplah 'bergerak', berinovasi, dan terus melakukan riset terhadap kompetitor anda -- agar bisnis anda bisa tetap survive.



Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR