Skip to main content
Jual VCC Untuk Verifikasi PayPal (2 dan 5 thn)

VLShop - iOSpedia - Klikbanjar - Selebshop - Accgaming - Enpedia - YAADb - Virtual - Syariah - Investasi
© Onlenpedia Blog Network ™

Bisnis Ritel Diprediksi Akan Tetap Melambat Hingga Akhir Tahun

Onlenpedia.com -

Ikhtisar berita:

• Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memprediksi pertumbuhan bisnis ritel tetap melambat hingga akhir tahun.

• Meski begitu, mereka memprediksi bahwa di semester II 2017 tetap akan ada pertumbuhan meski di bawah tahun-tahun sebelumnya.



bisnis industri ritel akan melambat hingga akhir tahun
Melambatnya pertumbuhan bisnis ritel / image via Pixabay


Dilansir dari laman Kompas.com, bisnis / industri ritel diprediksi akan melambat hingga akhir tahun 2017.

Hal itu dikemukakan oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) yang memprediksi bahwa pertumbuhan industri ritel dalam negeri melambat -- seiring dengan adanya perubahan pola konsumen.

Yang dimaksud dengan perubahan pola konsumen yakni penurunan daya beli masyarakat -- yang berimbas pada menurunnya penjualan produk-produk ritel.


Perlambatan industri ritel dapat dilihat dari data Aprindo yang menyebutkan bahwa tren pertumbuhan industri ritel terus menurun sejak tahun 2013 lalu.

"Industri ritel saat ini ibarat kura-kura membawa beban, di tahun 2012-2013 itu pada puncaknya, nah sekarang di 2017 membawa beban," kata Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey saat konfrensi pers di Jakarta, Rabu (13/8/2017) -- dilansir dari laman Kompas.com.


Roy menambahkan bahwa di semester I 2017 -- bisnis ritel mengalami pertumbuhan yang lambat, yakni 3,7 persen.

Persentase tersebut jauh menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 10 persen.


Meskipun pertumbuhan bisnis ritel mengalami penurunan, Roy memprediksi bahwa pertumbuhan industri ini akan tetap ada pada semester II 2017.

Namun pertumbuhan yang dimaksud masih mengalami perlambatan alias pertumbuhan skala kecil.

"Harapan kami (pertumbuhan) 8 hingga 9 persen, walaupun kenyataannya akan 6 persen-7 persen atau riil-nya sekitar 7,5 persen," tambah Roy.


Roy juga menambahkan bahwa pertumbuhan industri ritel pada semester II tahun ini bisa didorong dengan terjaganya harga energi -- baik listrik maupun bahan bakar minyak, serta penurunan suku bunga Bank Indonesia, dan terjaganya iklim investasi yang positif.

"Secara utuh ritel ini masih ada pertumbuhan, tapi ada yang sudah lambat sekali," ujar Roy.

Sebagai penutup, Roy mengatakan bahwa para pelaku usaha ritel modern juga terus melakukan upaya agar
pertumbuhan industri ritel terus terjaga.

Adapun salah satu upaya yang dimaksud adalah dengan menyelenggarakan berbagai promosi maupun diskon belanja agar bisa menarik minat konsumen.


Baca juga:



Dunia bisnis akhir-akhir ini memang semakin lesu, termasuk di dalamnya adalah bisnis ritel.

Penyebab utamanya adalah karena krisis ekonomi berkepanjangan -- yang membuat ekonomi melambat -- dan daya beli masyarakat menurun.

Namun ada juga yang beranggapan bahwa menurunnya industri ritel juga dikarenakan karena menjamurnya bisnis ecommerce di tanah air.



Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR