Skip to main content
Jual VCC Untuk Verifikasi PayPal (2 dan 5 thn)

[Opini] Bisnis Online vs Bisnis Offline Bagusan Mana? Baca 3 Fakta Ini!

Kali ini saya kembali berbagi opini kepada pembaca sekalian. Pembahasan yang akan saya angkat kali ini adalah tentang perbandingan antara bisnis online vs bisnis offline, yang mana keduanya memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan.

Seperti apakah?


bagusan mana antara bisnis online dengan bisnis offline
Bagusan mana antara bisnis online vs bisnis offline? / image via Pixabay


Cukup krusial memang kalau kita membandingkan mana yang lebih baik antara bisnis online vs bisnis offline.

Biasanya tolak ukur dari 'sesuatu yang lebih baik' adalah hasil (goal) yang dicapai.

Sedangkan hasil (goal) sendiri bisa dilihat setelah melalui 'proses yang panjang', bukan dari awal 'sebelum terjadinya proses'.

Jadi, sangat sulit menentukan mana yang lebih baik antara bisnis online vs bisnis offline -- apabila kita berbicara di awal sebelum memulai proses bisnis tersebut.


Bukan berniat untuk menentukan mana yang lebih baik, di sini akan saya paparkan 3 fakta menarik seputar bisnis online vs bisnis offline. Setelah menyimak 3 fakta berikut ini, silahkan anda tentukan dan nilai sendiri mana yang lebih baik antara bisnis online dan bisnis offline tersebut.

Adapun 3 fakta yang dimaksud meliputi:


1. Modal

Bisnis -- apapun itu -- sangat erat kaitannya dengan modal.

Sifat modal sangatlah vital bagi suatu bisnis, meski bukan faktor utama kesuksesan bisnis tersebut.


Bicara soal modal, baik bisnis online maupun bisnis offline sama-sama memerlukan modal.

Namun secara kuantitas, bisnis offline memerlukan jumlah modal yang lebih besar ketimbang bisnis online.


Sebagai contoh, misalnya si A dan si B masing-masing menjalankan bisnis toko fisik (si A) dan bisnis toko online (si B).

Maka modal yang diperlukan oleh mereka yaitu:

Si A:

- Modal untuk membangun toko atau menyewa toko

- Modal untuk menyiapkan stok barang

- Modal promosi (pamflet, brosur, beriklan di koran, dll).


 Si B:

- Modal gadget dan koneksi internet

- Tak perlu sewa toko (bisa buka toko secara gratis di Tokopedia, Bukalapak, atau Shopee)

- Tak perlu stok barang (bisa dengan drosphip)

- Promosi bisa dilakukan secara gratis melalui media sosial atau media chatting.


Silahkan anda bandingkan sendiri -- mana yang lebih baik antara bisnis si A dan bisnis si B (dari segi permodalan).


Baca juga:



2. Jangkauan pasar

Jangkauan pasar memiliki pengaruh besar dalam perkembangan suatu bisnis.

Apabila jangkauan pasar terbatas, maka potensi persaingan akan semakin ketat -- dan 'jatah pasar' akan semakin kecil (lantaran terbagi dengan banyak pesaing).

Sebaliknya apabila jangkauan pasar luas, maka seketat apapun persaingan -- maka pangsa pasar masih tetap luas (ibarat memperebutkan 'potongan kue raksasa' yang tak ada habisnya).


Kalau dikaitkan dengan bisnis online dan bisnis offline -- tentu jangkauan pasar bisnis online jauh lebih luas ketimbang bisnis offline.

Seperti yang kita ketahui, internet bisa menjangkau lebih banyak orang -- tak hanya dalam satu kota / daerah, bahkan bisa menjangkau satu negara atau seluruh dunia.

Bandingkan dengan bisnis offline yang hanya bisa menjangkau pangsa pasar se-kelurahan, se-kecamatan, atau maksimal se-kota/kabupaten. Benar-benar jangkauan pasar yang sempit nan terbatas.


3. Dampaknya bagi perekonomian

Banyak di luar sana orang-orang yang ngakunya motivator / inspirator berkoar-koar mengajak orang-orang agar menjalankan bisnis di suatu kota.

"Ayo segera buka toko, jualan ini, dan bla-bla..."

Apakah ajakan dari motivator / inspirator itu bagus?

Sekilas memang tampak bagus untuk mengajak orang-orang (atau bahkan semua orang) untuk buka usaha.

Namun patut diperhatikan dampaknya seperti apa terhadap pengusaha (offline) yang sudah lebih dahulu ada.

Dengan semakin banyak pebisnis offline (dengan bisnis yang sama) yang bermunculan di suatu kota / daerah, maka persaingan semakin sengit -- dan 'jatah omset' pun akan terbagi-bagi.

Tidak heran kalau banyak pedagang yang mengeluh dagangannya sepi dan bahkan tidak laku sama sekali, hal itu sebagai akibat dari membludaknya pedagang offline -- yang membuat bisnis tersebut semakin lesu.


Lantas, bagaimana dengan bisnis online?

Karakteristik bisnis online adalah mencari uang secara online dengan menjangkau pangsa pasar di kota / negara lain.

Alhasil uang yang didapat merupakan hasil penjualan produk / jasa di kota, provinsi, atau negara lain (bukan dari daerahnya sendiri).

Jadinya, pedagang (offline) yang ada di kota / daerahnya sendiri tak akan tersaingi oleh keberadaan pebisnis online -- dan bisnis mereka masih sehat.


Selain mengurangi persaingan dengan pedagang yang sudah ada, pebisnis online juga berkontribusi pada kemajuan ekonomi daerah.

Dengan mencari uang dari kota / negara lain -- kemudian membelanjakan uangnya di kota / daerahnya sendiri, maka si pebisnis online sudah berkontribusi untuk meningkatkan arus uang di daerahnya.

Bukankah itu sangat bagus?


Baca juga:



Itulah dia opini saya mengenai perbandingan antara bisnis online vs bisnis offline.

Perlu anda perhatikan, opini di atas bersifat obyektif, karena ditulis berdasarkan observasi (pengamatan) yang saya lakukan terhadap kedua bisnis tersebut.

Jadi, tinggal anda sendiri yang menilai mana yang lebih baik di antara kedua jenis bisnis tersebut.

Semoga bermanfaat!


Baca juga:



(Ditulis oleh: Ajie Fabregas)



Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR