Skip to main content
Jual VCC Untuk Verifikasi PayPal (2 dan 5 thn)

VLShop - iOSpedia - Klikbanjar - Selebshop - Accgaming - Enpedia - YAADb - Virtual - Syariah - Investasi
© Onlenpedia Blog Network ™

[Konsultasi] Bisakah Usaha Ojek Online Bekerjasama Dengan Penyedia Jasa Pengiriman (Tiki, JNE, J&T)?


Dari: Yudi Gunawan (27 tahun) di Banjarmasin.


Ojek online bertanya

Pada point nya saya ingin bertanya, saya sudah mempunyai usaha ojek online namun saya ingin meningkatkan orderan saya dengan cara jemput bola -- terlepas dari promosi yang tim saya jalankan.

Saya ingin bertanya, apakah usaha ojek online kami bisa berkerjasama dengan perusahaan (jasa pengiriman) semacam TIKI, JNE, atau J&T dalam hal menjemput dokumen atau barang yang ingin dikirim tanpa mereka keluar rumah. Jadi driver saya yang jemput ke rumah lalu mengirim melalui perusahaan tersebut.

Yang ingin saya tanyakan, apakah solusi anda (agar) bisa berkerjasama dengan mereka?


Terima kasih.




cara usaha bisnis ojek online bekerja sama dengan jne jnt tiki jasa ekspedisi
Ilustrasi ojek online / image via Pixabay


Di jaman digital seperti sekarang, bisnis ojek online (ojek on demand) merupakan salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Kemudahan dalam pemesanan (cukup lewat aplikasi), dan berbagai promo yang tersedia, membuat bisnis ini semakin diminati banyak konsumen. Hanya saja, bisnis yang satu ini (sepertinya) sudah dikuasai oleh 3 pemain besar dengan modal puluhan trilyun, sebut saja Gojek, Grab, dan Uber. Alhasil, sulit bagi pemain lokal skala daerah untuk bersaing, karena 'para raksasa' tersebut terus berekspansi ke berbagai daerah guna meningkatkan jumlah pengguna mereka.


Mengenai pertanyaan anda selaku pemilik bisnis ojek online yang ingin 'jemput bola' -- dalam hal ini bekerja sama dengan perusahaan jasa pengiriman seperti JNE, TIKI, dan J&T -- maka ada beberapa fakta yang harus anda ketahui.

Untuk saat ini, perusahaan jasa pengiriman seperti JNE dan lainnya hanya membuka kerjasama dalam bentuk franchise keagenan. Itu pun banyak syarat yang harus dipenuhi, seperti permodalan, lokasi, jumlah karyawan, dan target omset.

Apabila anda ingin tetap 'mencoba' untuk meloby mereka, maka anda harus menghubungi kantor pusat JNE, TIKI, atau J&T yang ada di Jakarta. Untuk kantor cabang yang ada di daerah, tidak memiliki wewenang untuk bekerja sama tanpa persetujuan kantor pusat.

Apabila anda ingin mengajukan kerja sama, maka buatlah sebuah proposal -- yang isinya mengenai 'bentuk kerjasama yang anda inginkan'.

Jangan lupa, sertakan benefit yang didapat oleh perusahaan jasa pengiriman yang anda ajak kerjasama, karena umumnya perusahaan-perusahaan yang diajak kerjasama selalu mencari benefit (keuntungan). Mereka tidak peduli dengan anda maupun bisnis anda, kecuali ada keuntungan yang bisa mereka dapatkan apabila bekerjasama dengan perusahaan anda.


Untuk pembuatan proposal kerjasama bisnis tersebut, anda bisa cari tahu sendiri lewat Google, dengan kata kunci "contoh proposal kerjasama bisnis". Carilah beberapa referensi contoh proposal, agar banyak ide untuk membuat proposal yang nanti akan anda ajukan.

Apabila proposal sudah siap, silahkan kirimkan ke kantor pusat masing-masing perusahaan atau bisa juga kirimkan via email. Untuk alamat kantor pusat dan alamat email resmi JNE, TIKI, dan J&T bisa anda cek di website resmi masing-masing perusahaan.

(NOTE: Tidak ada jaminan pengajuan proposal kerjasama anda disetujui oleh mereka, ini sifatnya hanya berusaha dan mencoba (bertawakal)).


Beberapa saran dari kami untuk perusahaan ojek online lokal agar bisa survive

Terlepas dari pertanyaan anda, sangat sulit memang kalau harus bersaing dengan 'para raksasa' di bisnis transportasi online. Mereka menang segala-galanya, baik dari segi permodalan, sumber daya manusia, teknologi, merk/brand, koneksi, dan lain sebagainya.

Tidak heran kalau banyak perusahaan transportasi online 'skala lokal' harus gulung tikar lantaran ekspansi dari para 'pemain besar' (seperti Gojek) ke kota domisili perusahaan lokal tersebut.

Penyebabnya, karena brand yang lebih terkenal, tarif yang lebih murah, dan adanya 'eksodus' mitra driver ke perusahaan raksasa tersebut. Lama-lama banyak driver ojek online lokal yang LEBIH MEMILIH bermitra dengan perusahaan besar seperti Gojek, sehingga perusahaan ojek online lokal 'kehilangan' banyak armada. Dan tak lama kemudian, mereka pun gulung tikar.


Lantas, bagaimana agar perusahaan ojek online lokal bisa survive?

Berikut ini ada beberapa saran dari kami, antara lain:

1. Cobalah layanan / jasa yang belum 'tersentuh' oleh 'para raksasa', dan sifatnya lokal (meski tak menutup kemungkinan kalau layanan / jasa tersebut akan di-copas oleh 'para raksasa' apabila terlihat menjanjikan di kemudian hari). Namun, tak ada salahnya anda coba mumpung mereka belum melirik, dan anda bisa menjadi market leader di bidang layanan tersebut (anda yang memulai).

Contoh layanan / jasa yang dimaksud, seperti:

- Bengkel mobil on demand di kota domisili anda

- Jual sembako dan sayur-sayuran online siap antar ke rumah pembeli

- Jasa instalasi dan service AC secara online di kota anda

- Bekerja sama dengan startup lokal lainnya dan meluncurkan jenis layanan baru (silahkan data semua startup yang ada di kota anda).

Dan masih banyak cari lainnya (silahkan berinovasi / brainstorming sendiri).


Ingat, kesemua contoh di atas bisa dilakukan dengan memaksimalkan armada driver yang anda miliki. Dan yang pasti, anda harus bekerjasama dengan pihak ketiga seperti tukang bengkel, penjual sembako, penjual sayur, tukang service AC, dan penyedia startup lokal di kota anda.

Lakukanlah survei tentang layanan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di kota tempat anda berdomisili. Namun layanan tersebut masih berhubungan dengan ojek online (dan tentunya belum dilirik oleh Gojek, Grab, dan Uber). Apabila anda sudah menemukannya, maka segera luncurkan layanan tersebut -- sebagai 'variasi layanan' dari bisnis utama anda yakni ojek online.


Tambahan

Sebagai tambahan, anda juga bisa menerapkan cara-cara di bawah ini:

1. Membuat slogan bahwa 'hargailah usaha lokal anak daerah'

2. Lakukan lobi dengan dinas-dinas di kota anda, agar membantu mengkampanyekan agar konsumen 'mengutamakan layanan karya putra-putri daerah'

3. Melobi perusahaan-perusahaan lokal agar mau berinvestasi pada usaha anda. Dengan semakin banyaknya modal, tentu anda lebih mudah dalam mengembangkan bisnis anda.


Baca juga:



Itulah dia jawaban dari kami mengenai pertanyaan anda tentang 'bisakah usaha ojek online bekerjasama dengan perusahaan penyedia jasa pengiriman seperti JNE, TIKI, dan J&T?'.

Selain jawaban dari pertanyaan di atas, kami juga memberikan tambahan saran yang semoga saja bisa berguna untuk anda. (fa)



Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR