Skip to main content

Seperti Apakah Sistem Ekonomi / Perekonomian Laos?

Laos merupakan salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam organisasi regional ASEAN.

Lantas, seperti apakah sistem ekonomi yang dianut Laos?

Simak ulasannya berikut ini!


sistem ekonomi perekonomian yang dianut negara laos
Perekonomian Laos / image bendera Laos


Sistem ekonomi Negara Laos

Laos adalah salah satu dari sebagian kecil negara yang menganut paham komunis. Awalnya negara ini menerapkan sistem ekonomi sosialis -- yang mana kontrol penuh ekonomi dilakukan pemerintah -- dan tidak ada perusahaan swasta yang berdiri di sana.

Namun seiring berjalannya waktu, Laos perlahan 'menghilangkan' sistem ekonomi sosialisnya dan mulai mengizinkan berdirinya perusahaan swasta pada tahun 1986.

Berkat kebijakan tersebut, perekonomian Laos tumbuh dengan sangat cepat, yakni menjadi (rata-rata) 6% per tahun periode 1988-2004 (kecuali pada saat krisis finansial Asia yang terjadi sejak 1997).


Layaknya negara berkembang lainnya, pertumbuhan ekonomi Laos lebih dirasakan oleh penduduk di kota-kota besar mereka. Sebut saja Kota Vientiane (Ibukota Negara Laos), Luang Prabang, Pakxe, dan Savannakhet yang mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk soal infrastruktur, sebagian besar wilayah Laos masih kekurangan infrastruktur yang memadai. Bahkan sebelumnya Laos tak memiliki jaringan kereta api. Baru pada tahun 2014, kereta api bisa beroperasi pertama kali di negara tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, jalan-jalan besar di pusat kota yang disebut Rute 13 telah diperbaiki secara massif. Sayangnya hal itu urung terjadi di desa-desa, yang mana jalan-jalan besar di desa sebagian besar masih berupa tanah (bukan aspal).

Kemudian untuk jaringan telekomunikasi -- baik internal dan eksternal masih terus ditingkatkan, terutama yang berbasis kabel. Sedangkan untuk penggunaan telepon seluler (HP) sudah banyak digunakan di kota-kota besar.

Untuk listrik, di perkotaan sudah sangat bagus, hanya di pedesaan yang tidak semuanya teraliri listrik. Kondisi ini hampir sama dengan kondisi pedesaan di Indonesia sekitar 15-20 tahun yang lalu.

Ekonomi Laos rupanya masih menerima bantuan dari IMF dan sumber Internasional lain. Selain itu mereka juga membuka pintu untuk investasi asing baru, terutama di bidang pemrosesan makanan dan pertambangan, khususnya tembaga dan emas.


Pertumbuhan ekonomi Laos umumnya terhambat oleh banyaknya penduduk berpendidikan yang pindah ke luar negeri akibat tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang memadai.

Kebanyakan penduduk Laos lulusan sekolah tinggi memilih bekerja di luar negeri. Pada tahun 2005, penelitian dari Bank Dunia melaporkan bahwa 37% dari penduduk Laos yang berpendidikan tinggal di luar negeri. Data ini membuat Laos berada di peringkat ke-5 dalam hal warga lokal yang tinggal di luar negeri.


Pada akhir 2004, menormalisasi hubungan dagangnya dengan Amerika Serikat. Kebijakan ini membuat produsen di Laos mendapatkan tarif ekspor yang lebih rendah, sehingga meningkatkan jumlah ekspor -- dan otomatis meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor tersebut.


Sama seperti Thailand dan Vietnam, Laos juga tekenal akan hasil pertaniannya. Bahkan bidang pertanian merupakan kegiatan utama di Laos (menyumbang 41% dari pendapatan negara). Sektor ini juga mempengaruhi setengah dari PDB dan menyerap 80% dari tenaga kerja yang ada.

Untuk hasil pertanian, Laos memiliki banyak kompoditi unggulan, seperti:

• Padi, Jagung, Tembakau (di dataran Vientiane)

• Kopi (Plato Bolovens)

• Kapas (di selatan)

• Tanaman sampingan seperti pisang, kelapa, pepaya dll (di daerah-daerah lembah).

Sistem pertanian di Laos juga didukung oleh sistem irigasi yang bersumber dari Sungai Mekong.


Selain pertanian, sektor ekonomi yang cukup penting di Laos adalah sektor pariwisata. Pariwisata sendiri merupakan sektor industri dengan pertumbuhan tercepat di Laos.


Baca juga:



Itulah dia penjelasan detail mengenai sistem ekonomi yang diterapkan di Negara Laos.

Meskipun tergolong negara komunis, tapi negara ini mulai terbuka dengan swastanisasi dan masuknya permodalan asing ke negara mereka. Berkat itu, perekonomian Laos semakin berkembang dan terus mengalami pertumbuhan yang positif.


Baca Juga