Skip to main content
Jual VCC Untuk Verifikasi PayPal (2 dan 5 thn)

VLShop - iOSpedia - Klikbanjar - Selebshop - Accgaming - Enpedia - YAADb - Virtual - Syariah - Investasi
© Onlenpedia Blog Network ™

Apa Itu Perusahaan Fintech ?


Apa itu perusahaan fintech?


Belakangan ini sering kita temui istilah-istilah baru seperti fintech di dalam kosakata sehari-hari yang berkaitan dengan teknologi dan internet. Pada dasarnya, fintech adalah akronim dari Financial Technology yang secara harafiah berarti teknologi keuangan. Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan finansial memiliki kemajuan pesat dan didukung oleh teknologi mutakhir dalam pelayanannya.


Pengertian 

Secara garis besar, FinTech Indonesia adalah teknologi yang diterapkan dalam layanan keuangan atau membantu perusahaan mengelola aspek keuangan bisnis mereka, termasuk perangkat lunak dan aplikasi baru.


Jenis-Jenis

Jenis-jenis fintech menurut Bank Indonesia terbagi menjadi:
- Peer to Peer Landing, pinjaman dana kepada masyarakat.
- Crowdfunding, penggalangan dana untuk kebutuhan seperti bencana alam.
- Market Aggregator, aplikasi yang bermuatan tentang informasi berbagai pelayanan keuangan yang dapat anda bandingkan sebelum menggunakannya.
- Manajemen Resiko dan Investasi, perencanaan keuangan berbentuk digital.
- Payment, Clearing, dan Settlement, layanan seperti dompet digital yang sudah tidak asing lagi kita gunakan saat ini.


Manfaat

Masyarakat menjadi lebih mudah dalam proses bertransaksi dan segala pelayanan berbentuk keuangan. Menghemat waktu dan ongkos, serta mendapatkan layanan yang lebih baik dan cepat.

Untuk perusahaan, mereka dapat menyederhanakan proses transaksi juga dapat menekan biaya operasional dan modal.

Bagi negara, layanan fintech Indonesia membantu perputaran uang negara menjadi lebih cepat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Baca Juga : Tips Aman Berburu Pendanaan untuk Fintech


Tujuan

Tujuan dikembangkannya fintech di Indonesia adalah untuk mengurangi biaya infrastruktur lembaga keuangan. Dengan kata lain, mempermudah dan menghemat dalam proses sirkulasi keuangan di dalam negeri. Dengan adanya fintech juga perusahaan tidak perlu membuat cabang banyak dan merekrut orang lagi yang akan memakan biaya cukup banyak.


Peran BI dan OJK

Bank Indonesia dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) di dalam fintech Indonesia adalah sebagai pengawas. Sebab dengan menjamurnya perusahaan fintech maka data nasabah akan semakin tersebar luas sehingga harus dijaga agar tidak disalahgunakan oleh perusahaan fintech bodong. Selain itu, BI dan OJK juga melindungi perusahaan fintech dengan bertindak sebagai fasilitator dalam menganalisis calon konsumen mereka.

Seperti itulah wajah fintech yang baru-baru ini melejit sebab maraknya pinjaman online dan dompet digital yang sudah dapat kita gunakan di mana-mana. Memudahkan, bukan? Kita harus berterima kasih kepada teknologi serta peran lembaga-lembaga yang terkait di dalamnya sebab dengan jasa mereka kita jadi mudah untuk melakukan transaksi keuangan dalam bentuk apapun dengan aman dan nyaman. Dengan adanya pengawasan langsung dari Bank Indonesia dan OJK, lembaga fintech yang sudah terdaftar di dalamnya dijamin aman untuk digunakan jasanya. Kita hanya perlu memastikan jasa yang akan kita gunakan sudah terdaftar atau belum dan mencari layanan mana yang paling tepat dengan kebutuhan kita.

Baca Juga : Fintech Indonesia


Baca Juga
> Dapatkan profit hingga jutaan rupiah perbulan dengan bisnis PLR