--> Skip to main content



Ciri Virus Corona yang Membedakannya dengan Flu atau Batuk Biasa




Virus corona adalah salah satu dari banyak sekali jenis virus influenza. Menyerang sistem pernafasan, virus ini kini menjadi pandemi di seluruh dunia. hingga kini jumlah kasus virus corona mencapai lebih dari 1,9 juta orang di seluruh dunia dengan jumlah kematian lebih dari 88.000.

Di Indonesia sendiri jumlah terkonfirmasi positif virus corona mencapai lebih dari 3.000 orang dengan jumlah kematian lebih dari 300 orang. meski begitu sebagian besar penderita corona bisa disembuhkan asalkan sistem kekebalan tubuhnya baik dan kuat. Ciri virus corona pada penderitanya mirip dengan penyakit batuk atau flu biasa sehingga mereka yang positif belum tentu mengetahui bahwa ia sedang membawa virus tersebut di dalam tubuhnya.

Batuk merupakan salah satu gejala yang khas dari pasien positif virus corona. Dari batuk itu juga penularan virus bisa terjadi. Droplet penderita akan keluar saat ia batuk atau bersin dan bisa langsung terhirup dan menginfeksi orang lain yang menghirupnya. Droplet yang sudah terkontaminasi virus juga bisa menetes di permukaan benda sehingga virus ikut menempel di sana. Jika ia tersentuh tangan dan digunakan untuk menyentuh mata, mulut atau hidung maka virus akan masuk ke dalamnya dan menginfeksi orang tersebut. Dari cara penularan itulah jumlah pasien corona bisa meningkat secara drastis yang ditakutkan akan melebihi kapasitas pelayanan rumah sakit.

Meski sekarang ini menjadi pandemi, namun tidak semua orang yang batuk atau pilek merupakan pasien corona. Anda yang batuk atau pilek tak perlu langsung khawatir karena masih banyak jenis penyakit lain yang memiliki gejala sama. Untuk menenangkan Anda, berikut ini adalah ciri virus corona yang lebih khas dibandingkan batuk pilek yang bisa diderita oleh pasien positif corona:


1. Sesak nafas.
Covid19 akan merusakkan saluran pernafasan khususnya alveolus di paru-paru. Akibatnya, pasien akan mengalami sesak nafas bahkan rasa sakit saat bernafas. Gejala ini biasanya timbul di hari kelima atau lebih pada pasien positif covid19.

2. Diare.
Diare terjadi sebelum batuk atau di fase-fase awal saat seseorang terinfeksi virus corona. Diare bisa terjadi dengan frekuensi yang tidak terlalu sering dan kemudian gejala akan disusul dengan batuk dan demam.

3. Kehilangan indra penciuman dan indra perasa.
Gejala ini diketahui dari banyak penelitian yang dilakukan terhadap para penderita covid19. Mereka mengalami kehilangan indra penciuman dan indra perasa dimulai dari hari kelima atau lebih. Gejala ini merupakan gejala yang paling khas karena tidak dimiliki oleh penderita penyakit lainnya yang tidak mengakibatkan masalah pada bagian hidung dan lidah.

4. Demam lebih dari 38 derajat.
Jika penderita flu atau batuk biasa memiliki gejala demam, namun demam akibat dari covid19 ini bisa mencapai 38 derajat lebih.


Itulah gejala-gejala yang menjadi ciri virus corona jika sudah menginfeksi seseorang. Jika Anda mengalami gejala batuk sesekali saja, atau bersin-bersin, tidak perlu panik dan langsung mengira bahwa gejala tersebut adalah gejala covid19. Lakukan konsultasi dengan dokter secara online terlebih dahulu melalui Halodoc.

Kekhawatiran yang berlebihan justru akan membuat Anda stres yang dapat menurunkan kekebalan tubuh. Lakukan isolasi diri di rumah saja dan gunakan masker sembari makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Namun jika gejala tidak membaik dan menunjukkan gejala-gejala tambahan seperti di atas, Anda bisa langsung menuju ke puskesmas untuk diperiksa secara langsung.

Baca Juga
> Opini Kami Mengenai Sisi Gelap Bisnis Online di Era Sekarang