Skip to main content
Jual akun seller eBay, umur 5 tahun lebih →



Kelesuan Ekonomi Indonesia di Saat Corona Melanda


Sejak diumumkan oleh Presiden RI bahwa COVID19 telah masuk ke Indonesia, tidak bisa dipungkiri yang besar mendapatkan dampaknya adalah sektor perekonomian.

Terlebih lagi ketika pemerintah menerapkan program #dirumahsaja sebagai bentuk antisipasi virus Corona, aktivitas ekonomi masyarakat dari berbagai kalangan.

Ekonomi Indonesia di saat Corona melanda jelas memberikan pukulan telak bagi angka pertumbuhan nasional.


situasi ekonomi indonesia saat lockdown corona covid 19 melanda
Bagaimana keadaan ekonomi Indonesia di saat pandemi Covid-19?


Tidak Baik-Baik Saja, Inilah Kondisi Terkini Ekonomi Indonesia di Saat Corona Melanda


Aktivitas Perekonomian Masyarakat Menengah ke Bawah Macet

Yang paling merasakan dampak wabah Corona dalam sektor perekonomian adalah masyarakat menengah ke bawah. Baik yang memproduksi jasa ataupun barang, omset masyarakat menurun drastis.

Sebagaimana dituturkan oleh salah seorang supir ojek online, kondisi sepi pelanggan terjadi sejak pemerintah melakukan pembatasan aktivitas luar rumah penduduk. Jika biasanya bisa mendapatkan pelanggan puluhan dalam sehari, sejak Corona mewabah jumlah pelanggan berkurang hingga separuhnya.

Tidak hanya dirasakan oleh pelaku jasa, para pedagang kaki lima yang biasanya menerima omzet besar di hari-hari biasa, sejak adanya COVID19 mengalami kerugian cukup besar. Pasalnya sangat sedikit pembeli jika pun ada seringkali menggunakan layanan pesan antar.

Padahal tidak semua pedagang terdaftar dan bisa mendaftar aplikasi pesan antar ini. Kegiatan ekonomi yang macet berimbas pada pendapatan per kapita masyarakat, yang mana turut mempengaruhi pendapatan nasional negara.


Penurunan Indeks Pertumbuhan Ekonomi

Indeks pertumbuhan ekonomi Indonesia di saat Corona melanda mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dipaparkan oleh salah satu lembaga pemeringkat ekonomi, pertumbuhan ekonomi di Indonesia diprediksi mengalami penurunan sebesar 0,1% dari angka 4,9% menuju 4,8%. . Sebagian orang ada yang melakukan sistem kerja dari rumah, sebagian lain benar-benar tidak dapat bekerja. Tentu kondisi ini berdampak pada indeks nasional.

Penurunan ini juga diduga sebagai akibat adanya resesi global yang beresiko memberikan dampak besar bagi ekonomi nasional. Belum lagi angka per kapita yang relatif rendah, berbanding lurus dengan penurunan pendapatan nasional.


Redupnya Sektor Pariwisata

Tidak dapat dipungkiri jika sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara. Adanya COVID19 menyebabkan pemerintah menutup akses menuju tempat-tempat wisata sebagai bentuk pencegahan virus agar tidak semakin menyebar secara luas.

Penutupan ini menyebabkan sektor pariwisata tidak lagi menerima pemasukan. Pendapatan nol, masyarakat yang menggantungkan kehidupan dalam sektor ini pun harus memutar otak agar bisa tetap mendapatkan penghasilan sekalipun wisatawan tidak lagi berkunjung. Namun tentu bukan upaya mudah untuk mengubah mata pencaharian dalam waktu singkat.


Baca juga:

Lebih parah! Begini kondisi ekonomi Italia saat wabah Corona melanda


Penerapan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang belum sepenuhnya berjalan maksimal turut menyebabkan kelesuan ekonomi nasional.

Beban ekonomi harus tetap dipenuhi sekalipun sektor perekonomian terhambat, sehingga menyebabkan munculnya fenomena ‘mengambil kesempatan dalam kesempitan’ oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Demi keselamatan ekonomi nasional, pemerintah perlu menghukum para oknum ini.

Baca Juga
> Opini Kami Mengenai Sisi Gelap Bisnis Online di Era Sekarang