--> Skip to main content

  

Persyaratan Pembukaan Deposito BCA Terbaru & Cara Menghitung Bunga Deposito



Deposito merupakan produk simpanan berjangka dimana penyetorannya meupun penarikannyan hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja. Untuk Anda yang berniat menyisihkan sebagian tabungan untuk berinvestasi, maka deposito dapat menjadi salah satu pilihan. Uang nasabah akan bekerja dengan sendirinya, dengan pilihan jangka waktu dan bunga yang kompetitif. 

BCA hinga kini terkenal sebagai bank swasta terbesar di Indonesia. Di BCA, Anda bisa menyimpan deposito mulai dari di bawah 2 miliar hingga di ata.s Rp 100 miliar. Suku bunga deposito BCA rupiah saat ini ditetapkan sebesar 1,90% per tahun. Suku bunga tersebut berlaku untuk semua nominal dan jangka waktu simpanan. Sekedar informasi bahwa suku bunga deposito yang berlaku sebeliumnya adalah sebesar 2,0% per tahun yang berlaku per 1 Desember 2021.


Persyaratan Pembukaan Deposito BCA Terbaru

Agar Anda bisa membuka deposito di bank BCA, Anda harus memenuhi persyaratan-persyaratan seperti pernyataan status sebagai perorangan atau badan, formulir permohonan pembukaan rekening Deposito Berjangka, dokumen pribadi, pemberian setoran minimum dan pembayaran bea materai.


• Jenis Nasabah

Pembukaan deposito di BCA dikategorikan berdasarkan jenis nasabah. Yakni, perorangan dewasa dan badan. Kedua jenis nasabahn ini juga memiliki persyaratan dokumen yang berbeda. Dokumen nasabah erorangan dewasa ynag diwajibkan utnuk pembukaan deposito BCA yaitu Kartu Identitas KTP/Paspor dan Kartu Izin Tinggal (KITAS/KITAP) untuk WNA dan NPWP. Sementara dokumen nasabah Badan yang dibutuhkan adalah Akta Pendirian yang telah disahkan, Akta Perubahan (jika ada), NPWP Badan dan pengurus, Surat Izin Usaha, Tanda Daftar Perusahaan (TDP)/Nomor Induk Berusaha(NIB), Kartu Identitas pejabat berwenang mewakili badan dan Surat Pernyataan Penyerahan Akte.


• Informasi Deposito BCA

Pengkreditan bunga deposito BCA didasarkan pada jenis perpanjangan deposito yaitu Non ARO, ARO DAN ARO Plus. Diman jenis deposito Non ARO memiliki pengkreditan ke rekening yang telah dipilih oleh nasabah ketika telah mencapai masa jatuh tempo. Sedangkan jenis deposito ARO merupakan jenis pengkreditan deposito yang mengkreditkan deposito ke rekening yang telah dipilih oleh nasabah sesuai dengan tanggal jatuh temponya setiap bulannya. Dan untuk jenis deposito ARO plus memiliki fungsi untuk mengkreditkan sekaligus memperpanjang deposito dengan menambhakan nominal pokoknya.


Cara Menghitung Bunga Deposit BCA

Setelah Anda menentukan deposito mana yang akan Anda ambil, selanjutnya Anda juga wajib memahami bagaimana cara menghitung suku bunga deposito Anda. Besarnya suku bunga deposito Anda dapat dihitung dengan mengunkaan suatu rumus perhitungan suku bunga deposito yaitu den mengalikan dana setoran awal Anda dengan tenor deposito yang Anda pilih, suku bunga deposito tahunan, 30 hari dan pajak bunga deposito lalu membaginya dengan 365 hari. Hasil dari perhitungan tersebut merupakan besarnya bunga deposito per bulan yang Anda peroleh dalam satuan rupiah. Sebagai contoh, Anda mendepositokan uang sebesar Rp 20 juta dengan tenor 12 bulan. Besarnya suku bunga deposito BCA Anda yaitu 2% dan pajak bunga deposito sebesar 20%. Maka besarnya bunga deposito Anda adalah :

(Rp 20 juta x 2% x 30 x 80%)/365 hari = Rp 26.301 per bulan

Sehingga besarnya suku bunga yang Anda dapatkan dengan setoran Rp 20 juta dan tenor 12 bulan adalah Rp 26.301 per bulan.


Demikianlah beberapa informasi seputar deposito Bank BCA ynag bisa penulis uraikan di artiekl kali ini, semoga bisa menjadi referensi bagi Anda sebelum memutuskan untuk menyimpan uang Anda di deposito BCA.


Baca Juga
> Daftar situs penyedia dropship terpercaya di Indonesia dan mancanegara
Comment Policy: Berkomentarlah dengan bijak dan sesuai topik.
Buka Komentar
Tutup Komentar