--> Skip to main content





  Cari artikel seputar metaverse

  

Teknologi AI ini Membuat Peziarah Bisa Ngobrol Dengan Jenazah



Mungkin gak kalo kita bisa bicara sama orang yang udah mati?

Meski terdengar mustahil, ada sebuah teknologi AI yang baru-baru ini mencoba untuk mewujudkannya.

Nama AI ini adalah StoryFile, di mana teknologi ini dicoba pada salah seorang wanita tua yang baru saja meninggal kala itu.

Ia dapat menjawab pertanyaan di pemakamannya sendiri, dengan bantuan teknologi berupa video "holografik" bertenaga Artificial Intelligence (AI).

By the way, yang menciptakan alat ini adalah anak dari wanita tua itu.

Sang anak kemudian bisa melakukan tanya jawab interaktif dengan sebuah video yang di dalamnya ada hologram sang ibu. Uniknya, sosok wanita di video bisa menjawab pertanyaan dari si anak, padahal di waktu yang sama jasad dari sang ibu tengah bersiap untuk dimakamkan.


Lantas, bagaimana cara kerja AI ini?

Sebelum kematiannya, si wanita tua sebelumnya telah “diinterview” menggunakan teknologi dari StoryFile. Ia menjawab berbagai pertanyaan seputar hidupnya, selama berjam-jam di depan kamera dari StoryFile. Banyak di dalamnya, berupa cerita-cerita yang tak banyak diketahui orang-orang terdekatnya.

Dengan menggunakan 20 kamera yang tersinkronisasi untuk merekamnya menjawab serangkaian pertanyaan, StoryFile kemudian mampu membuat tiruan digital dari si wanita tua.

Para ahli di StoryFile yang berbasis di Los Angeles memproses rekaman dari si wanita, menandai klip, menggunakannya untuk melatih AI yang dapat menjawab pertanyaan ini dalam bahasa alami.


Kemudian di hari saat si wanita meninggal dunia, mereka yang menghadiri pemakamannya, kemudian dapat berbicara dengannya – melalui sebuah monitor video. Jadi bisa dibilang teknologi ini menciptakan ilusi percakapan real time, di mana si pelayat bertanya – dan si wanita tua di video menjawab pertanyaan tersebut.

Produk jadi juga diunggah ke platform StoryFile sehingga orang lain dapat terus berinteraksi dengan Smith.

Tidak seperti teknologi palsu yang dapat membuat subjek mengatakan hal-hal yang tidak mereka katakan dalam kehidupan nyata, sistem StoryFile menggunakan respons nyata untuk menjawab pertanyaan. Jika tidak memiliki jawaban yang tepat, itu mendorong anggota audiens untuk mengajukan pertanyaan lain.


Intinya, pekerjaan StoryFile adalah membuat hologram digital seseorang sebelum kematiannya 

Ini menggunakan video mereka yang menjawab pertanyaan tentang topik yang menarik bagi orang yang dicintai

Rekaman itu kemudian digunakan untuk melatih AI untuk menjawab pertanyaan dari siapapun, meski orang di dalam video sudah meninggal.

Bisa dibilang ini adalah sebuah teknologi “pengalaman video percakapan holografik”. Namun meskipun menggunakan teknologi hologram, sosok di dalam video benar-benar seperti manusia di dunia nyata, alias bukan animasi 3D.

Hal itu berkat hasil dari 20 kamera tersinkronisasi yang merekam wawancara orang tersebut. Dan tentunya ditambah dengan teknologi AI yang memprosesnya.


Dr. Stephen Smith, CEO dari StoryFile berkata:

“Ibu menjawab pertanyaan dari kerabat yang berduka setelah mereka menyaksikan kremasinya,”

“Hal yang luar biasa adalah dia menjawab pertanyaan mereka dengan detail dan kejujuran baru,”

“Orang-orang merasa berani saat merekam data mereka. Orang yang berkabung mungkin mendapatkan versi yang lebih bebas dan lebih benar dari orang yang mereka cintai yang hilang.”


By the way, teknologi ini sebenarnya diluncurkan sejak tahun 2017. Tujuan awal dibuat adalah, untuk melestarikan kisah-kisah para penyintas Holocaust dan tokoh-tokoh sejarah lainnya, sebelum digunakan di pemakaman.

Seseorang yang ingin membuat StoryFile pertama-tama akan memilih topik yang menurut mereka ingin ditanyakan oleh teman dan keluarga mereka, seperti hubungan atau rahasia masa kecil.

Mereka kemudian akan menjawab 75 dari 250.000 pertanyaan potensial dengan jawaban video dua menit yang dapat diubah menjadi rupa digital mereka.

Pertama, orang yang merekam StoryFile difilmkan menjawab pertanyaan tentang kehidupan mereka menggunakan teknologi video 3D khusus, AI, dan peralatan suara canggih.

Produk jadi ini kemudian diunggah ke platform StoryFile, di mana orang kemudian dapat melakukan percakapan 'kehidupan nyata' dengan individu tersebut.


Menurut pengembang, StoryFile bekerja dengan 'semua perangkat yang terhubung' serta sistem 3D, augmented reality dan virtual reality. 

'StoryFile menangkap warisan individu dengan cara yang tidak dilakukan orang lain dengan memberdayakan mereka untuk meneruskan nilai-nilai mereka, perjuangan, pelajaran hidup, moral, keputusan dan banyak lagi,' kata perusahaan yang berbasis di Los Angeles itu.

'Ini datang sambil menginspirasi dan menyenangkan teman, keluarga, dan bahkan generasi mendatang,' tambah mereka.


Dr Smith yang menggunakan teknologi StoryFile ke ibunya memberikan kesannya akan teknologi tersebut.

'Ibu menjawab pertanyaan dari kerabat yang berduka setelah mereka menyaksikan kremasinya.”

"Hal yang luar biasa adalah dia menjawab pertanyaan mereka dengan detail dan kejujuran baru.

'Orang-orang merasa berani saat merekam data mereka. Orang yang berkabung mungkin mendapatkan versi yang lebih bebas dan lebih benar dari orang yang mereka cintai yang hilang.'

Dr Smith menambahkan: 'Apa yang paling berharga bagi saya sebagai putranya, adalah kenyataan bahwa ibu saya siap menjawab pertanyaan tentang masa kecilnya”.


Well, sangat mengharukan sekali.

Lantas, bagaimana tanggapan sobat mengenai teknologi ini?

Yuk ngobrol di kolom komentar !!


Baca Juga
> Jual database supplier (online dan offline), ada yg bisa resi cashless

Produk Metaverse di SHOPEE
Gambar Produk
Shinecon VR Box Imax Giant Screen Virtual Reality
Rp89.900
BELI SEKARANG
Gambar Produk
VR Shinecon 6.0 dengan Headphone Headset
Rp189.900
BELI SEKARANG
Gambar Produk
VR Oculus Quest 2 for Metaverse Facebook
Rp6.399.000
BELI SEKARANG
Gambar Produk
VR Box Mini 3.0 Headset Termurah Putih
Rp51.900
BELI SEKARANG
Gambar Produk
VRPark Box with Headphone / Headset
Rp174.500
BELI SEKARANG
Author Image

Ajie Fabregas (author)
a human who's "fed up" with the world, and wants to live in the metaverse. Follow my social media:



Comment Policy: Berkomentarlah dengan bijak dan sesuai topik.
Buka Komentar
Tutup Komentar